Anti Hadiah dan Poto Bersama

Sejak memutuskan memunyai seorang pacar ketika berusia 22 (telat memang), ada 2 hal yang tak ingin saya lakukan bersama pacar saya.

Pertama, saya melarangnya memberikan saya sesuatu. Saya tak mau diberi hadiah berupa benda yang tak kan habis. Semisal boneka, hiasan, atau apapun itulah yang tak habis dimakan.

Kedua, saya menolak membuat poto bersama.

Pengen tau alasannya?

Ya elah..

Kepo banget sih kalian?

*disiram air keras*

Saya tak ingin mempunyai kenangan. Itu alasan saya.

Meski selalu berjanji dan bertekad ketika memulai hubungan dengannya akan menjadikannya yang terakhir, tapi entah kenapa jauh di lubuk hati saya seperti mengatakan kalau ia bukan jodoh saya. Bukan lelaki yang akan berada di sisi kanan saya ketika saya membuka mata di pagi hari, bukan pula lelaki yang akan masih menggenggam jemari keriput saya kelak. Bukan dia.

Hadiah apapun itu hanya akan mengingatkan saya padanya kelak ketika hubungan telah kandas. Sebuah barang yang mungkin kelak sayang bila dibuang namun tak berarti bila disimpan.

Begitu juga dengan poto bersama. Saat ketika seutas senyum saya terukir di sana pastilah saya tengah bahagia kala itu. tapi kebahagian itu tak akan menjadi apapun setelah hubungan kandas.

Dua hal itu tak berguna bagi saya. dan saya tak suka terjerat kenangan. Bila hubungan sudah kandas ya kandas saja. Bukan karena saya mendendam atau apa. Saya hanya ingin mengakhiri hidup yang terlanjur terlewati dengan perasaan agar ke depannya saya lebih baik. Tentu saja dengan tanpa melupakan kalau mereka pernah memberi saya pelajaran dan pengalaman penting yang telah menjadikan saya seperti sekarang.

Tibalah saya dua kali putus. Pacar ketiga, sekonyong-konyong dia memberikan saya hadiah. Boneka pula. Suatu barang yang sangat tidak saya harapkan menjadi hadiah yang diberikan pada saya.

Selain boneka kami malah terlanjur banyak membuat poto bersama. Dari poto biasa hingga poto konyol lucu-lucuan. Ya saya memang tengah amat bahagia saat itu. sempat meragu kala ingin mengambil poto bersama, lalu keraguan itu segara saya hapuskan dan sembari tersenyum bahagia dengan dia di sebelah saya kami mengambil beberapa poto bersama.

Jadilah, saya punya dua hal bersama dia.

Hadiah pemberiannya dan poto bersama.

Lalu hanya beberapa bulan setelah itu dia pergi untuk selama-lamanya dari sisi saya.

Hanya boneka dan wajahnya di poto yang tertinggal di dunia ini yang bisa saya dekap dan saya lihat setiap hari.

Kenangan.

Dibuang sayang, tetap tinggal gak baik buat hati.

Lalu sekarang, lelaki baru hadir mengisi hari dan (mungkin) hati. Pada ulang tahun saya ke-25 kemarin dia memberikan saya sebuah jam tangan berwarna merah dengan sebuah kotak cantik berwarna hitam dan sebuah kartu ucapan berwarna putih. Ketiga elemen warna kesukaan saya dia jadikan satu pada sebuah hadiah ulang tahun.

Saya menerimanya dengan suka cita riang gembira. Dan memakainya selalu. Tapi belakangan saya meragu.

Saya memang meminta pada Tuhan agar menjadikan ia sebagai sosok terakhir yang menetap di hati saya. Orang yang kelak akan saya habiskan hari-hari bersama dari pertama membuka mata hingga mata tertutup untuk selamanya. Tapi ada sebagian di hati saya rasa untuk mempertahankan diri. Rasa ingin menyelamatkan hati agar tidak terpuruk lengser jatuh terlalu dalam.

Sejak itu, jam pemberiannya tak lagi saya pakai setiap hari. Hanya sesekali ketika pakaian yang saya kenakan cocok bersanding dengan jam berwarna merah.

Mungkin ada perasaan dalam hati saya yang masih meragu. Kelak akankah jam itu akan saya pakai selamanya seperti keinginan  awal saya, atau malah akan saya simpan kembali dalam kotak berwarna hitam tanpa ingin membukanya lagi.

Kenangan.

Barang kenangan.

Saya masih parno sama yang satu itu.

3 thoughts on “Anti Hadiah dan Poto Bersama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s