Pecinta Bodoh

Saya yang tak pernah berhenti menyukaimu. Meski dalam diam.

 

Luar biasa rasanya mengetahui bahwa cinta beberapa tahun lalu masih berbekas, hmmm.. atau lebih tepatnya masih utuh ada untuk seseorang seperti saya. Takjub mengetahuinya. Betapa waktu, jarak bahkan luka yang sempat tercipta tak membuat sebuah rasa cinta menjadi pupus.  Tapi rasa takjub hanya sesaat saya rasakan. Berikutnya saya hanya merasa iba.

Iba, mengetahui sepotong hati menyimpan cinta untuk seseorang yang bahkan tak pernah bisa sedikitpun menyukainya. Bahkan ketika seseorang itu tengah berusaha keras. Ya, hati tak bisa dipaksa. Ia punya cara sendiri bagaimana bekerja untuk sebuah rasa.

Setelah iba. Saya lalu merasa amat mengerti. Amat mengetahui bagaimana rasanya hati yang masih terus bisa menyimpan utuh sebuah rasa bertahun-tahun lamanya dan sialnya tak dibalas. Saya mengerti karena saya juga seperti itu.

Saya, menyukai orang lain dalam diam telah bertahun-tahun lamanya. Semuanya saya simpan di hati saya sendiri. Cinta saya lebih mengenaskan, karena cinta saya tak bersuara. Sedikitpun tidak. Beda dengan cintanya yang setidaknya mampu ia suarakan.

Lalu, pada suatu kebersamaan saya merasa mempunyai kesamaan dengan dia. Kami sama-sama tak kunjung mampu mematikan rasa di hati kami terhadap orang yang kami suka. Kami terus mencintai padahal laju waktu terus berganti. Lalu kami seperti hanya sebuah raga yang terus beraktivitas tanpa hati ikut bergerak. Hati kami stuck. Terus berada pada titik yang sama. Mencintai seseorang dalam diam. Mencintai dengan tepukan sebelah tangan. Dan ini sebenar-benarnya ketololan dalam cinta.

Saya sempat mencemoohnya tentang bagaimana ia tak kunjung sadar kalau saya tak pernah bisa membalas perasaannya pada saya, dan saya berharap dia berhenti melakukan hal bodoh. Lalu seketika juga saya sadar. Apa bedanya saya dan dia? saya juga terus tanpa henti dan bahkan sangat enggan untuk berhenti mencintai seseorang.

Saya dan dia sama-sama mencintai dalam diam. Sama. Bukan saling. Dia mencintai saya. Saya mencintai lelaki lain. Ah.. kami memang pecinta bodoh.

tumblr_m0p3ybfVB81qcxieko1_500

One thought on “Pecinta Bodoh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s