Mantan yang Baik

Setelah sekian lama tak bertemu semenjak berpisah, kami kembali duduk berhadapan. Berdua sambil bercerita. Berkisah apa saja.

Kecuali tentang masa lalu.

Tak sekalipun dia mengungkit kisah kami yang gagal.

Tak sata katapun dia tanyakan mengapa saya pernah begitu menjahati dia.

Tak ada juga omongan berkisar kenangan masa lalu.

Kami bertemu sekarang benar-benar untuk menghadapi hari sekarang. Hari perjumpaan kami itu.

Lalu, aku berpikir tentang satu hal.

Betapa hubungan kami baik-baik saja meskipun telah berpisah.

Betapa kami saling menghargai dan tetap bisa menjadi mantan yang baik untuk satu sama lain.

Mantan yang memang meninggalkan segala kenangan di belakang tanpa pernah mengungkitnya untuk masa sekarang.

Dan itu melegakan.

Advertisements

One thought on “Mantan yang Baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s