Hidup Sendiri itu Menyenangkan, tapi…

Di balik hal yang bagus pasti gak lepas dari hal yang gak bagus, kan? Layaknya dua sisi mata uang. Dalam kehidupan ini, kita akan selalu mendapati dua sisi itu dalam setiap detil aspek kehidupan kita.

Okeh. Intro yang membosankan dan sok kayak pemikir. Gak cocok ya buat saya yang amburadul ini onion-emoticons-set-2-87

Mari bercerita.

Saya pernah cerita dalam blog kesayangan saya ini tentang saya yang tenggah menikmati hidup sendiri dan mandiri yang menurut saya terlihat keren. Nah, udah sebulan ni ceritanya saya hidup mandiri yang memang tak lagi dapet tunjangan dalam bentuk apapun dari orangtua saya. sesuatu yang saya syukuri.

Alhamdu??? Lillaaaaah…🙂

Semalam ketika makan malam sendiri saya mulai menemukan sesuatu gak enaknya dari hidup sendiri. Itu tentang makan sendiri.

Ngenes boooo…onion-emoticons-set-2-31

Bukan berarti saya perempuan yang takut sendiri. Gak juga. Saya menikmati makan siang sendirian. Tapi ya, saya bisa menikmati itu kalau saya sedang makan di restoran atau di warung atau tempat makan apapun deh. Tapi kalau makan sendiri di kamar yang cuman ditemeni ama dispenser, itu sungguh hal paling nista yang dilakukan jomblo, Cuy onion-emoticons-set-2-28

Ngenes.

Nafsu makan jadi gak ada.

Makan jadi terasa lamaaaaaaa..

Dulu, saya juga pernah ngekost, bedanya dulu saya punya temen sekamar yang kalau makan malam selalu kami lakukan bersama sambil tertawa dan gosipin si bos, atau kalau lagi bete yang dalam suasana mengheningkan cipta. Tapi pada intinya, saya selalu punya temen makan.

Gak kayak sekarang. Gak punya temen makan. Di sebelah saya selalu aja dispenser doang onion-emoticons-set-2-3

Bicara soal dispenser. Ini hal kedua yang paling ngeselin tinggal sendiri. Apa itu?

Ya apalagi kalau bukan ketika air di gallon abis. Menuang gallon berisi air di atas dispenser itu bukan hal yang mudah, Cuy. Okeh, gak mudah untuk saya. gak mudah karena saya memang gak terbiasa ngangkat yang berat-berat dank arena memang sebenarnya dibalik tampang saya yang sangar ini tersimpan kekuatan saya yang amat lemah.

 

Saat tarok air gallon di dispenser adalah saat-saat paling membingungkan. Saya pernah muterin dispenser kayak lagi tawaf hanya untuk menuangkan air dengan posisi yang pas.

Hasilnya? Iya sih, setelah belasan menit, gallon air itu sukses mendarat di pucuknya dispenser, tapi banjir juga gak bisa dielak onion-emoticons-set-2-12

Yah… hidup sendiri itu menyenangkan, tapi susah buat dijalani onion-emoticons-set-2-13

 

Selain dua hal itu sih, saya belum menemukan hal lain yang bikin saya ngenes hidup sendiri. Semuanya baik-baik saja.

Eitsss… jangan coba-coba memberi solusi atas masalah saya ini dengan kalimat ‘makanya cepetan nikah, Tan’.

Karena apa?

Karena saya memang bakalan nikah. Makanya doakan saja ya.

 

 

 

2 thoughts on “Hidup Sendiri itu Menyenangkan, tapi…

  1. saya banyak bergaul dengan teman-teman saya dari Jepang, Mulanya ketularan cara hidup mereka yang kebanyakan tidak menikah. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, hidup sendirian gak enak. Meskipun segala sesuatunya terpenuhi, sendirian di rumah tanpa teman juga gak enak…so aku akhirnya memutuskan menikah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s