Candu Sejuta Umat

Jatuh cinta berjuta rasanya

Biar siang biar malam terbayang wajahnya

Jatuh cinta berjuta indahnya

Biar hitam biar putih manislah nampaknya

(Jatuh Cinta, Titik Puspa)

 

Pekerjaan telah semuanya rampung. Beberapa karyawan ada yang sudah pulang duluan, beberapa masih tinggal. Bercengkerama dengan teman-teman kantor sebelum pulang. Saya salah satunya, masih tinggal di kantor dengan dua orang anak baru seperti saya dan dua orang abang senior plus pimpinan kami. kami bercerita, bertukar kisah. Sebagai anak baru kami mendengar dengan seksama pengalaman dari pendahulu kami. Agar kami dapat memetik pelajaran dari setiap kejadian.

Ternyata obrolan sore itu bukan perkara kerja saja, pengalaman cinta pun ternyata dibagi juga oleh pimpinan kami yang memang akrab dengan bawahannya itu.

“Rasa cinta itu Cuma bertahan 6 bulan saja. Paling lama, setelah itu ya hanya rasa tanggung jawab saja,” Pimpinan kami berargumen soal cinta.

Belum selesai, dia menambahkan, “Jadi kalau kita menikah itu ya kita ngerasa berdebar-debar dan jatuh cintanya Cuma 6 bulan doang,”

“Selebihnya terus ngapain, Pak?” saya bertanya iseng.

“Ya mencoba untuk bertanggung jawab aja. Karena rasa deg-deg-an udah hilang kita paling hanya mencoba untuk setia pada sebuah perkawinan. Di sinilah kita akan tau makna perkawinan itu apa.”

Pikiran saya melayang ke sebuah pemikiran lain. Masih menyinggung soal jatuh cinta, hanya saja bukan pada aspek tanggung jawab pernikahan.

“Jatuh cinta itu enak, loh Tan.” Si Bapak mencandai saya karena saya satu-satunya yang single plus jomblo di forum tersebut.

“Saya tau kok, Pak,” saya senyum.

Dalam hati saya melanjutkan, “makanya ada sebagian orang yang mencandui rasa jatuh cinta,”

Penjelasan si Bapak yang merupakan pimpinan kami di Cabang Banda Aceh menjelaskan juga kenapa ada pria yang sudah menikah tapi masih suka pacaran lagi. Mungkin karena ia suka dengan sensasi jatuh cinta. Ia suka rasa-rasa berdebar-debar kala jatuh cinta. Sepertinya yang saya sebutkan, mencandui rasa jatuh cinta.

Ingatan saya melayang kepada seseorang. Seorang lelaki yang pernah saya tuduh mencandu rasa jatuh cinta. Karena saya melihat polahnya yang akan mencari cinta baru bila cinta lama telah terasa hambar untuknya. Tiada lagi sensasi. Dan menurut saya ia membutuhkan sensasi jatuh cintanya agar terus dapat merangkai kata-kata indah membuat mabuk kepayang si pembaca.

Nista?

Dulu saya menyebutnya demikian.

Tapi ternyata saya juga demikian.

Hooo… bukan. bukan bagian saya yang melompat dari satu pria ke pria lain demi mendapatkan terus sensasi jatuh cinta. bukan bagian itu kemiripan  kami. kemiripan kami adalah tentang bagaimana rasa cinta dapat membuat kita lebih banyak merangkai alphabet indah.

Blog saya sepi banget kan belakangan ini? Tepatnya setahun terakhir ini. Saya tak lagi menulis setiap hari seperti dulu. sibuk? Salah satu alasan. Tapi alasan lainnya adalah tentang saya yang gak mempunyai alasan dan energy untuk menulis.

Cinta saya pergi, imaji saya lenyap, blog saya senyap.

Seorang teman pernah berkomentar begini, “duh.. Intan, semenjak jatuh cinta blognya isinya bagus ya?” saya Cuma mesem.

Kini, setelah lama hatinya kosong, blog saya ikut kosong. Mungkin saya tipikal yang sama dengan lelaki yang saya sebut nista itu. saya juga membutuhkan energi cinta agar saya dapat berimaji dan berkarya.

Ya, jatuh cinta berjuta rasanya. Rasa jatuh cinta mampu membuat energy positif pada orang yang merasakannya. Dan energy itu telah lama lenyap dari diri saya.

Mungkin sekarang sudah saatnya saya mencintai lagi. merasakan efek gila jatuh cinta lagi. membuat blog ini ramai kembali dengan kisah cinta saya yang baru. Membuat saya menye-menye gila lagi.

Iya. Saya rasa saya sudah terlalu lama hidup dengan waras, ada baiknya bila saya jatuh cinta lagi.

 

Obrolan sore sepulang kerja itu gak membuat fokus saya tentang pernikahan yang hanya mencinta selama 6 bulan. Saya sudah tahu itu dari dulu-dulu meskipun saya belum pernah menikah. Tapi akhirnya saya sadar, gak muda, gak tua, cinta memang bisa membuat orang mabuk kepayang. Gak tua, gak muda, gak single, gak double, cinta membuat orang mencandui sensasinya.

Dan  Titik Puspa bener. Jatuh cinta berjuta rasanya. Sejuta umat mencanduinya.

payung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s