Saya Akan Menikah Tahun Depan

Umur segini ini nih, emang paling rentan dapet pertanyaan, ‘kapan kawin?’

Okeh. Gak usah penasaran gitu deh berapa umur saya sekarang, yang jelas masih muda tapi udah cukup tua kalau masih mau tepe-tepe gak jelas kayak ABG.

Banyak perempuan (ada juga lelaki) yang cukup sewot kala pertanyaan ini mulai dikumandangkan oleh berbagai pihak dari segala aspek kehidupan kita. Ya dari keluarga, dari rekan kerja, dari tetangga, dari teman sekolah, bahkan dari tukang parkir yang sok dekat.

Sebagai perempuan cantik, dinamis, dan mandiri onion-emoticons-set-2-74(maaf saya narsis, saya haus pujian) saya juga mulai kerap mendapatkan pertanyaan fenomenal itu. Dan saya sama sekali gak risau ataupun kalap.

Bukan karena saya masih antipernikahan seperti pemikiran saya ketika masih kuliah. Saya gak anti lagi sama menikah. Malah saya pengen. Jadi untuk urusan menikah ini saya gak masabodoh menjawab pertanyaan orang bila ‘kapan nikah?’ terlantunkan sempurna.

Ada doa dalam jawaban saya.

Sekaligus harapan yang besar.

Mau tau apa jawaban saya?

“Insyaallah, tahun depan. Doain aja ya lancar”

Huwwwwwwwoooooooo…

Intan akan nikah tahun depan bo… onion-emoticons-set-1-27

Mantap kali lah..

Dan semua orang pada makin ngotot untuk mengetahui rencana pernikahan saya ini. Lalu mereka bertanya lagi, “calonnya siapa, Tan?”

Saya senyum. Senyum ala putri Indonesia tapi tanpa tangan dadah-dadahan.

Dan saya jawab, “belum ada, tolong carikan ya?” onion-emoticons-set-2-95

Dan penonton pun kecewa.

Maaf membuat para pembaca tulisan saya ini kecewa tapi teruslah membaca ya, udah mulai jarang juga saya nulis di sini. Dan saya haus komentar, temanonion-emoticons-set-2-72 .

Jawaban saya itu adalah memancing. Agar orang-orang tau saya ingin menikah dan belum punya calon. Jadi ya, mana tau dia punya temen ganteng, kaya, soleh dan bertubuh tinggi yang bisa dikenalkan ama saya, kan?

Saya pernah membaca suatu (entah) buku (apa), yang mana dikatakan ketika kita menginginkan sesuatu maka kita harus sering-sering mengucapkannya. Karena apa?

  1. Perkataan adalah doa.

Jangan pernah lupakan kalimat ini. Kalimat yang membuat saya menebar mimpi begitu banyak lalu saya tersenyum bahagia ketika impian saya banyak yang telah terwujud.

Kita tidak pernah tahu kapan doa kita diaminkan oleh malaikat, maka itu sering-seringlah berkata-kata yang bagus, melafazkan mimpi, karena siapa yang tau kalau detik itu malaikat mengaminkan perkataan (doa) kita lalu dibawa ke langit. Dan hey… tiba-tiba Tuhan mengijabah doa kita.

Berdasarkan teori itulah saya berkayakinan kalau saya harus positive thinking akan segala sesuatu. Alih-alih jengkel dengan pertanyaan yang sebenarnya kadang Cuma basa-basi itu saya lebih memilih untuk menjawab sembar berdoa.

Menjawab sembari berdoa.

“kapan nikah, Tan?”

“Tahun depan.” Jawab saya sekaligus berharap Tuhan mengabulkan ucapan saya yang sudah sering saya ucapkan sejak awal tahun ini.

Ya karena kini saya bercita-cita agar tahun 2014 nanti saya sudah menikah dan mendapatkan calon yang pas di hati.

Kenapa harus tahun depan? Kenapa gak doa saya bulan depan aja?

Itu karna saya punya kontrak gak boleh nikah sebelum masa kerja 1 tahun onion-emoticons-set-2-20.

Ada satu ada doa dong.

Ini yang kedua.

2. Agar impian lebih cepat terkabul kita emang harus sering mengucapkannya dan kalau bisa memberi tahu orang banyak. Karena siapa tahu jalan rejeki kita melalui orang tersebut, orang yang kita ceritakan tentang keinginan kita.

Ya semisal saya, yang ketika ditanya siapa yang akan menjadi calonnya dan saya menjawab belum, lalu orang tersebut malah berbaik hati mencari jodoh yang baik buat kita.

Gak ada yang tahu apa yang kita inginkan kalau kita tak katakan. Dan tak ada impian yang terwujud bila tak berdoa.

Yah.. jadi itulah metode saya ketika menjawab pertanyaan maha fenomenal itu.

Jawaban yang disertai doa dan modus agar orang tau kalau saya ini jomblo dan bolehlah temennya yang qualified dikenalkan ama saya .onion-emoticons-set-2-32

Nah, masih sebel ama pertanyaan itu?

Berpikir positif saja lah.

Jodoh ditangan Tuhan. Bukan di omongan orang.

25 thoughts on “Saya Akan Menikah Tahun Depan

    1. ah iya.. Rizka itu temen seangkatan (di perusahaan tentunya) favorit saya.
      waah.. seneng deh nemu blogger Aceh, biasanya temen2 bloger pada orang luar Aceh kebanyakan.
      eh tapi kita belum pernah ketemu kan? gak kenal donk beratinya, kamu cuma tau saya dari Rizka ya?

  1. Mbak Intan. =))

    semoga semuanya terwujud yah mbak. tulisan ini di keep banget mbak. nanti satu tahun lagi Insya Allah akan terjawab, dan ngelihat kembali tulisan ini pasti ketawa lucu.

    ah.. saya menyusul di angka 2 tahun kemudian. Amin. *curhat*

  2. aku idemkan kak intan…
    siapa yg punya temen qualified boleh dikenalkan ke saya jg…😀
    *nggak ada yg nanya*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s