Saya di Bireun

Kali ini saya tengah berada di Bireun. Salah satu kabupaten yang ada di Aceh. 3-4 jam perjalanan dari Banda Aceh, tempat orang tua saya tinggal dan sekaligus tempat saya tumbuh dan besar.

Merantau. Hal ini bukan pertama kalinya saya alami. Sebelumnya saya pernah tinggal di Jakarta selama 6 bulan dan lalu di Surabaya selama 3 bulan. Merantau untuk bekerja. Tapi meskipun saya sudah pernah ngekost dan tinggal jauh dari orang tua, gak pernah saya rasakan hidup saya sebangga sekarang. Sekarang berbeda. Sekarang saya benar-benar merasa telah lebih dewasa. Sekarang saya benar-benar hidup sendiri.

Saat ngekost di Jakarta, saya merantau bersama 6 teman saya lainnya yang juga dari Aceh. Kami ngekost bersama.  Jadi meskipun itu adalah kali pertama saya menjadi anak kost tapi tak ada kekhawatiran berlebih karena saya bersama dengan teman-teman saya.

Kini di di Bireun. Jaraknya dekat. Hanya 3 jam dari Banda Aceh. Tapi saya merasakan inilah kehidupan saya yang bener-bener saya jalani sendiri.

Saya ngekost sendiri. Berangkat ke kantor sendiri. Pulang sendiri. Mencari makan sendiri. Mempelajari kota ini sendiri. Dan yang paling penting, saya harus bisa menghandle keuangan saya sendiri untuk menghidupi ataupun memfoya-foyakan diri sendiri. Karena sejak saya bekerja di Perusahaan baru ini dengan gaji yang lumayan, sya telah bertekad untuk menghentikan subsidi orangtua saya kepada saya. saya sudah setua ini. Sudah sewajarnya saya membiayai hidup saya sendiri.

Dan hey, memang tanpa subsidi. Bayangkan saya tinggal tidak bersama keluarga saya otomatis makan saya tidak gratis, urusan perlengkapan mandi saya tidak gratis, urusan hidup saya tak lagi nebeng.

Mengingat ini semua tetiba saya merasa keren. Iya saya tengah bahagia menghadapi suasana hidup saya yang baru. Seperti yang telah dari kecil saya cita-citakan.

Oh, sudah begitu banyak impian saya yang diwujudkan oleh-Nya. Makin bertambah pula kepercayaan saya akan anugerah dan keajaiban yang Tuhan berikan di hidup saya.

 

Bireun. Kota yang akan membuat saya berterimakasih karena telah lebih mendewasakan saya. telah membuat saya meraih mimpi saya. Membuat saya belajar dan membuat saya mandiri.

 

Kini hidup saya sepenuhnya saya tanggung dan saya jawab sendiri. Tidakkah ini terlihat keren untuk perempuan seusia saya? Iya. Seperti ketika saya menganggap keren tokoh-tokoh di film Hollywood dimana perempuan muda, lajang, bekerja tinggal sendiri dan mengurus hidupnya sendiri.

 

3 thoughts on “Saya di Bireun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s