Rindu Merindukanmu

Aku mulai lupa bagaimana wangi candu merindu. Salahkan laju waktu.

Kala sketsa wajahmu mulai terkikis cepat, dan gerak waktu berlari hebat, aku teringat. Aku telah lupa.

Ada pagi. Ada siang. Ada sore. Dan ada hari menjadi larut malam kala buncah di dadaku menyebut namamu. Pertanda rindu.

Lalu menjadi pagi yang kosong. Siang yang sibuk. Sore yang berlalu begitu saja. Dan malam yang keletihan. Semua tanpa kamu.

Aku telah lupa bagaimana merindu. Bagaimana aku pernah mencandu. Salahkan waktu.

Atau aku?

Aku yang berkhianat.

Aku telah lupa bagaimana merindu. Dan saat ini justru yang aku rindukan adalah merindukanmu.

malu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s