Bertahun-tahun kemudian

Bertahun-tahun lalu saya pertama kali mengenalnya. Saya mengenalnya ketika saya masih mengenakan seragam putih dengan bawahan biru tua. Dalam ingatan saya, dia hanyalah anak lelaki kecil kurus yang jauh dari kata menarik. Dengan baju yang penuh keringat dan kotor ketika jam istirahatn usai. Juga badan menguarkan aroma tak sedap ketika usai pelajaran olahraga. Namun ia pintar. Meskipun dengan seragam lecek dan serampangan ia kerap maju ke papan tulis untuk menjawab soal matematika yang diberikan sang guru. Seingat saya, saat itu saya mencintai matematika. Maka, ketika ia berhasil menjawab soal matematika saya merasa dipecundangi olehnya karena ia yang terlebih dahulu mendapat kesempatan menjawab soal di depan seluruh murid lainnya.

Itu saja kilas balik tentangnya. Toh saya tak bisa dikatakan akrab dengannya saat itu. kami sekelas hanya setahun saja. Di kelas 1 SMP.

 

Bertahun-tahun kemudian, ketika umur kami sudah jauh beranjak. Ketika 11 tahun telah kami lalui dengan kegiatan-kegiatan yang tak mempertemukan kami. Saya memang tidak mengharapkan berjumpa dengannya atau apa, sudah saya katakana saya tak akrab dengannya dan memang tak ada kenangan emosional khusus antara kami. Saya pun amat yakin dia juga berpikiran sama seperti saya.

 

Bertahun-tahun kemudia yang tepatnya adalah di suatu sore di sebuah kedai kopi dengan cuaca sedikit mendung, saya kembali bertemu dengannya.

Saya pangling. Pangling ketika bocah kecil kurus itu berubah menjadi lelaki bertubuh jangkung dengan badan yang sedikit berisi. Tak hanya itu, seragam kotornya beubah menjadi kemeja biru pucat bersih yang sangat senada dengan celana biru tua yang dikenakannya. Aroma keringat berubah menjadi aroma parfum yang saya tak tahu apa mereknya, karena saya memang bukan ahli parfum.

Dia berubah.

Lihat, bagaimana waktu dapat mengubah seseorang. Lihat, bagaimana umur mendewasakan sekaligus meng-ganteng-kan seorang lelaki. Lihat, bagaimana hormon-hormon lelaki berkembang. Dan lihat, saya hanya geleng-geleng kepala tak percaya si bocah dekil menjadi lelaki bertubuh jangkung dan wangi.

 

 

“Kamu sudah menikah?” Saya bertanya setelah 10 menit kami habiskan untuk bertanya kabar dan perihal tempat bekerja.

“Sudah,” jawabnya singkat.

 

Advertisements

4 thoughts on “Bertahun-tahun kemudian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s