Perempuan, 24 Tahun.

Maya, usia 24 tahun. Seorang assistant manager yang baru putus dari pacarnya dan masih trauma terhadap cinta.

Lisa, usia 24 tahun. Ibu anak 2. Selalu mengurus rumah tangga dan mulai menyesal kenapa tak pernah menyelesaikan kuliahnya hingga bisa bekerja di luar rumah.

Amel, 24 tahun. Baru bertunangan dan belum memiliki pekerjaan.

Sheila, 24 tahun. Bingung bagaimana mengembangkan usahanya.

 

Maya: “Lisa pasti lebih bahagia daripada saya, sudah menikah dan punya dua anak yang lucu-lucu. Tidak seperti saya yang selalu gagal menjelang pernikahan.

 

Lisa: “Menjadi perempuan mandiri dan cerdas seperti Maya pasti mengasyikkan. Menjadi wanita karir dan bisa mengembangkan diri. Tidak seperti aku yang selalu mengurus dua anak dan tidak bisa bekerja di luar rumah.”

 

Amel: “Sheila itu keren. Lebih memilih berwirausaha dengan segala skill yang dimilikinya. Andai aku punya skill, aku gak mesti melamar ke semua perusahaan buang-buang waktu hanya untuk ditolak saat wawancara.”

 

Sheila: “Bisnis ini mulai mandek. Menjadi pengusaha perempuan itu sulit. Mikir keras dan kerja keras. Jadi karyawan saja mungkin lebih enak, tinggal nunggu gajian tanpa perlu mikirin menggaji orang.

 

 

Perempuan. 24 tahun. Segala masalah.

Advertisements

5 thoughts on “Perempuan, 24 Tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s