Mesin Waktu Membuat Galau

Hidungku tergelitik. Memoriku terusik.

Makan malam selesai ketika waktu menunjukkan hampir jam setengah 8 malam. Kemarin malam seusai makan malam saya muter-muter asrama. Males masuk kamar terlalu dini karena yang ada saya hanya akan menggeletakkan diri di atas kasur yang empuk nan menggoda.

Iseng, saya menggedor (iya, gedor, bukan ketuk) kamar rekan seperjuangan saya yang juga berasal dari Aceh. Kamar lelaki. Begitu pintu terbuka, wowwwwwwwww… pemandangannya membuat saya tergoda. Ada 4 orang lelaki. Iya empat orang lelaki. Pemilik kamar yang temen saya adalah lelaki Aceh, seorang lelaki yang di tempat tidur berasal dari Manado dan satunya lagi dari ambon. Seorang lagi saya tak kenal. Sungguh mereka tengah berpose yang membuat saya tergoda.

Mereka tengah duduk….

 

 

Sambil membaca modul diselingi petikan gitar.

Okeh. Gak seksi emang gaya mereka -_________________-“

 

Begitu pintu dibuka dan sempat melirik ke dalam kamar, si pemilik kamar (temen Aceh saya) langsung beranjak mundur ketika saya tepat berada di hadapannya. Kenapaaaaa?

 

Kenangan.

Kenangan yang membuatnya mundur. Seolah tak berani manisnya kenangan menganggu damainya diklat.

Bukan tentang saya kenangan itu ada. Tapi karena sayalah kenangan itu muncul.

 

Apa yang menjadi faktor pemicu masa lalu?

Sebagian besar orang berkata lagu adalah mesin waktu nomor satu penarik kenangan yang berhasil membuat insan mabuk galau. Ada juga tempat kenangan yang menjadi momok menyeramkan untuk didatangi kembali kalau tidak ingin menjadi galau. Tapi sebagian lagi aroma/wewangian-lah yang menjadi pengintai memori paling jago membuat mewek.

 

Rekan saya termasuk orang ketiga. Orang yang kenangannya akan bangkit karena wewangian. Semalam itu, saya memakai lotion yang akan membantu saya mengembalikan kecerahan kulit saya yang terpanggang matahari kala mengikuti Latihan Militer. Dan siapa sangka hal itu membuat teman saya galau.

Dia: Tan, pake hand body #$%#^* (menyebut suatu merek lotion)

Saya: Iya. Kenapa emang? Wangi banget ya Intan, bang?

Dia: Iya. Tapi bikin abang galau. Buat abang keingat masa lalu.

Dan saya bukannya prihatin malah menggoda dan mengulok-ulok dia yang mendadak galau. Iya, cerita mantannya temen saya itu adalah seorang perempuan yang sering memakai lotion dengan merek yang sama yang saya pakai malam itu. dan si perempuan telah menikah dengan orang lain. Ditinggal kawin gitu deh ceritanya *tertawa nista*

 

Sebenarnya saya juga sama seperti dia (bukan bagian ditinggal kawinnya). Aroma tertentu yang pernah mendampingi hari saya adalah suatu mesin waktu paling sukses membuat saya terlempar kembali ke masa lalu, bila saya menghirup lagi aroma itu, pada suatu masa setelah lama tak tercium.

Saya pernah dengan hebohnya melarikan diri  dari suatu tempat ke tempat lainnya karena hidung saya mencium aroma yang membuat saya teringat kepada almarhum pacar saya. Tapi ternyata melarikan diri itu tak berguna. Hidung saya telah terlanjur mencium sebuah aroma kenangan. Otak saya dengan cepat memutar adegan masa lalu. Hati saya sudah meringis. Detak jantung saya terlalu cepat merespon dengan detak yang cepat. Dan tiba-tiba saja, saya mendapati diri saya telah galau dengan suksesnya.

Advertisements

3 thoughts on “Mesin Waktu Membuat Galau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s