Gagal Menyepi

Hari ini hari Raya Nyepi. Hari raya bagi umat Hindu. Setahu saya kalau nyepi itu kan gak boleh beraktivitas kan yak? Diem di dalam rumah dengan berpuasa dan tanpa adanya hingar binger secuil pun.

Saat ini saya tengah berada di Balai Diklat di kota Surabaya. Mengikuti diklat sebelum menjadi karyawan di perusahaan ini. Di Balai Diklat ini terdiri orang-orang seluruh Indonesia dengan beragam suku, agama dan dialek yang sungguh aneh dan lucu-lucu. Kerukunan antarumat beragama sangat baik di balai diklat ini. Pihak non muslim selalu menghargai aktivitas ibadah umat muslim yang memang menjadi dominan. Nah, sebagai mantan siswa SD yang pernah belajar PPkn saya juga tentunya ingta bertoleransi dan menghargai agama lain terutama ketika ada hari besar Nyepi seperti hari ini.

 

Saya: Besok Nyepi kan yak? Tidur seharian nih onion-emoticons-set-2-39.

Temen: Iya. Asik bisa tidur.

Saya: Mari besok kita nyepi dengan cantik.

Pembina (anggota marinir yang didatangkan khusus untuk membina sekaligus menjaga kami di Balai Diklat) datang tiba-tiba saat kami tengah mengunyah makan malam sambil cerita)

Pembina: Besok kita ada aktivitas. Dari jam 5 sampai selesai.

Teman-teman: yaaaaaaaaaaaaaa…. onion-emoticons-set-2-110

Saya: Besok kan nyepi, Dan (red: Komandan).

Pembina: Nyepi itu hanya itu Leony (peserta asal Denpasar yang beragama Hindu) dan teman-temannya.

Saya: Lah, kami kan temen-temennya Leony, Dan onion-emoticons-set-2-95.

Pembina: Maksudnya temen-temennya yang seagama.

Saya: Waaah.. gak bisa gitu dong, Dan. Ak boleh milih-milih temen gitu. Kita semua saudara di sini. Lagian kita ini harus menghargai hari besar umat lain, Dan. Ketika kita shalat dan membaca yasin para non muslim diam dan tidak membuat keributan apapun demi kelancaran ibadah kita. Nah, harusnya saat Nyepi besok kita melakukan hal yang serupa.

Pembina: Kamu alasan saja. Bilang saja kamu malas. Lagian mereka besok Nyepinya ke Vihara. Emang kamu mau ikut ke Vihara?

Saya: Pembina kejaaaam *mewek* onion-emoticons-set-2-11

Pembina pergi.

Saya: gak adil, kan. Masak kita gak menghargai agama lain gini sih? (saya curhat sama temen-temen semeja) onion-emoticons-set-2-145

Temen: aaalaaa… udah gak ada Pembina lagi, ngapain kamu berakting. Bilang aja kamu mau tidur seharian besok.

Saya: *emut tulang ayam*

 

Dan.. modus saya tidak berhasil, temanonion-emoticons-set-2-115. Niat hati ingin tidur seharian dengan cantik dan anggun di tempat tidur malah pagi-pagi sudah disuruh beraktivitas hebat .

 

Ini cerita langsung lompat ke tempat diklat. Cerita tentang Diklatsarmil ditunda dulu 😀

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “Gagal Menyepi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s