Nikmat Tuhan

Diklatsarmil Hari Ke-1

Sabtu, 23 Februari 2013

Juanda, Surabaya.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Dalam berbagai situasi kita harus bisa menikmatinya agar kita tidak stress. Inilah yang coba saya sugestikan pada diri saya selama mengikuti Diklatsarmil ini. Keluh kesah sih pasti ada, tapi diminimalisirkan dan terus tetap berdiri tegak sampai titik darah penghabisan.

Kenapa saya katakan sampai titik darah penghabisan?

Karena saya disepelekan.

Pimpinan Cabang saya selalu mewanti-wanti saya sebelum keberangkatan saya ke Surabaya guna mengikuti rangkaian diklat. Menurut beliau saya ini lemah dan pastinya gak tahan ngikutin rangkaian kegiatan latihan dasar militer. Kenapa beliau berasumsi demikian?

Tak lain dan tak bukan hanyalah hipotesis abal-abal pimpinan saya doank. Menurut dia, dikarenakan saya ini kurusnya kelewatan ditambah berkulit putih maka saya termasuk golongan orang-orang lemah yang tak tahan banting.

Tapi coba lihat sekarang, saya masih berdiri kokoh layaknya pohon asam di depan kantor saya.

Okeh. Saya ngawur. Di depan kantor saya gak ada pohon asam kayaknya K

Kembali ke niat awal menulis ini dengan kata pembuka sebuah ayat dari Al-Quran.

Pernahkah kamu merasa bersyukur berendam di dalam got?

Iya. Got. Kata itu bersinonim dengan kata selokan atau parit.

Tidak pernah?

Kalau begitu kamu harus mengikuti Latihan Militer dulu, teman.

Sebanyak 300 orang mengucap syukur ketika berada di dalam got. Bagaimana tidak, setelah berpanas-panas bin melelahkan ditambah dengan banyaknya latihan fisik, dimasukkan ke dalam got merupakan penutupan rangkaian acara yang paling baik.

Setelah kepanasan dan capek, berendam di dalam got yang airnya dingin plus dinaungi pepohonan rimbun adalah surga bagi para peserta latihan militer. Setidaknya kami menjadi tidak kepanasan, setidaknya kami tidak mesti kelelahan berlari atau push up.

Bukankah ini merupakan nikmat?

Duduk santai di dalam got dengan teman-teman satu kompi adalah hal yang tak terlupakan. Bau, lucu, tertawa, berpegangan tangan saling mendukung. Adakah hal yang harus disesali?

Semua kejadian harus tetap dinikmati dengan lapang dada. Hari pertama saya berhasil melewatinya dengan baik. Ada nikmat yang telah Tuhan berikan.

Pernah kena pancuran air pemadam kebakaran?

Saya menemukan hal indah lainnya hari itu. setelah dicebur di got kami semuanya dimandikan di bawah pancuran pipa air pemadam kebakaran. Di sana saya melihat banyak pelangi kecil mengelilingi para peserta. Di tengah-tengah canda tawa ratusan peserta yang kegirangan bermandikan air pancuran saya melihat begitu banyak pelangi tercipta akibat percikan air pancuran yang berbaur dengan cahaya matahari. Indah. Iya. Andai saya bisa merekam kejadian itu dengan kamera pastilah akan sangat indah. Gelak tawa ratusan peserta, kesejukan air pemadam kebakaran, kebersamaan seluruh peserta dari seluruh Indonesia, dan puluhan pelangi kecil yang menjadi saksi.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

6 thoughts on “Nikmat Tuhan

  1. Manteeep… aku dulu latihan di Zeni TNI AD Bogor yang cuman sehari aja capek, kebayang deh betapa anugerah terindah nyemplung got itu adalah Fa bi ayyi aalaa’i Rabbi kumaa tukadzdzibaan..🙂🙂

  2. selamat
    ini baru kereen… berkurban kemulusan demi kelulusan, (ndak bermaksud negatif)
    ntar juga bisa dilulur lagi…
    ndak salah juga ding kalau hitem :lol;
    kata temenku dulu gini:
    item2 kerete, biar item banyak yang nunggu
    #keretanya masih pake mesin uap

    1. yaaah… mau gak mau ya harus rela, kan demi mendapatkan sesuatu kita harus siap kehilangan yang lainnya. lagian yang hilang ini (kulit putih) gak permanent juga kok😀

  3. yaps, tetap semangat dan biasanya ada tangis haru selepas pelatihan, karena harus berpisah dgn teman-teman baru disana, aaah, punya teman baru itu sungguh asyik \o/

    1. iyaaa….. sedih. terus gak cuma ama temen, sedih juga harus pisah ama komandan2 kece yang latih karate😦
      huehehehehhe….

      tapi gak semuanya berpisah kok. setengahnya masih bersama lanjutin diklat di surabaya selama 2 bulan. yang lainnya ada di malang dan solo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s