Ciri Toko Baju yang Baik

Saya merasa kurang nyaman kalau saya hendak membeli baju di sebuah toko yang mana penjaga tokonya itu suka banget ngikutin kita dari belakang sambil caper nan cerewet. Saya baru pegang suatu baju aja mereka udah ngomong, “ada ukuran S-nya kok, kak.” atau “ini ada warna lain”. Helllooooh? Yang tanya siapa?

Ketika saya beralih ke baju lain, si penjaga toko senantiasa ngikutin saya teruuuuss, saya sungguh gak nyaman dengan penjaga toko sedemikian rupa. Membuat saya gak leluasa melihat-lihat baju yang ingin saya beli.

Ketika hendak belanja. Yang ada di otak saya adalah misalnya, “membeli baju”. Jadi saya paling sebel kalau ada pramuniaga yang tanya, “nyari apa, kak?”

Jelas saya nyari baju. Kalau saya jawab, “mau nyari ikan tongkol” pasti si penjaga toko ngira saya sarap onion-emoticons-set-2-21

Kita gak pernah tau baju dengan spesifik apa yang kita inginkan. Kadang kita perlu melihat-lihat, kadang dengan sekali lihat kita sudah jatuh hati dengan baju itu. Jadi bagi saya sangat annoying kita ada pramuniaga toko yang tanya mau nyari apa. Kalau kita sudah cocok dengan suatu baju toh entar penjaga toko itu pasti kita panggil dan kita tanya apakah ada warna yang kita inginkan atau tidak.

Lain halnya seperti saya tadi. Saya butuh kemeja putih. Tentu saja hal ini gampang, “ketika penjaga toko tanya mau nyari apa, saya tinggal katakan butuh kemeja putih. Selesai?

Tidak.

Penjaga toko malah ngejawab, “yang putih gak ada, dek. Coba warna coklat ini aja, manis kok.” onion-emoticons-set-2-4

Tanpa melihat lagi saya langsung pergi meninggalkan toko.

Menurut saya, seorang penjaga toko itu gak perlu caper. Mereka hanya perlu mengamati dan sigap. Ketika pelanggan datang. Amati saja pelanggan dari jarak yang cukup membuat si pelanggan bebas melihat-lihat. Bukan tepat di belakang pelanggan yang mana kalau pelanggan hendak mundur atau berbalik tiba-tiba membuat adegan terinjak kaki ataupun kepala terbentur terjadi. Selain itu, mereka harus sigap. Setelah pelanggan diamati, apabila ada pelanggan yang menginginkan baju tersebut dan bertanya adakah ukuran dan warna lain, saat inilah harusnya si pelanggan beraksi. Menjelaskan kalau warna yang tersedia banyak dan ukurannya komplit.

Selain itu menyoal menginginkan baju tertentu kadang mulut saya gatal pengen ngejawab nyeleneh ketika si pramuniaga toko bertanya, “nyari apa?”. Saya pengen banget bilang, “nyari dress warna hijau dengan rimpel di bagian bawahnya terus bermotif bunga-bunga pada bagian belakangnya dan ada aksen pita di lehernya terus ukurannya S panjangnya lima belas centi di bawah lutut.”

Nah, kalau saya jawab kayak gitu gimana? onion-emoticons-set-2-61

Syebel gak?

 

Selain soal pramuniaga, suatu toko baju itu juga wajib memiliki ruang tempat mencoba baju. Nah kalau tokok baju gak ada tempat ganti baju menurut saya sama kayak dokter gak punya stetoskop. *anggap aja cucok analoginya*

Ukuran badan yang sangat tipis di mana-mana dan pinggal yang kecil membuat saya mesti terlebih dahulu mencoba suatu baju sebelum baju itu saya beli. Meskipun ukurannya all size. Saya butuh tau jatuhnya baju itu di badan saya gimana. Seksih atau gak. onion-emoticons-set-2-84

Jadi, kalau ada penjaga toko yang bilang, “di dobel aja cobanya, dek”. Maksudnya adalah baju yang kita inginkan kita timpa saja di atas baju yang sedang kita pakai.

Menyebalkan.

Kalau saya melakukan hal laknat itu, maka baju yang saya pakai nanti akhirnya sudah tidak memperlihatkan hal yang sebenarnya. Penampakannya nanti jadi kamuflase. Dan tiba-tiba nanti pas saya pake baju itu jadi longgar kayak pinjem baju tetangganya paman saya.

Jadi, kalau ada di antara kalian yang membuka toko baju/butik/distro, sediakanlah ruang ganti baju dan pramuniaga toko yang cermat dan sigap.

 

Salam olahraga (bulu tangkis)! onion-emoticons-set-2-67

 

 

 

7 thoughts on “Ciri Toko Baju yang Baik

  1. Jualan itu susah sih emang. Apalagi jaman sekarang, apa-apa mahal. Kayaknya lebih pada seneng punya pulsa deh daripada punya baju baru.🙂

    Mangkanya itu, mereka pramuniaga berusaha sebisa mungkin menarik pembeli.

    Kadang ngerayunya kasar, niat beli malah gak jadi gara-gara sambutan mereka.🙂

    Tapi pandangan mereka juga simple kok, kalau ditawarin malah pergi berarti emang nggak niat beli.😆 (Mantan penjaga toko)

    Soal ruang ganti, setuju banget. Tapi nggak perlu dipasangi cctv kan ya?

  2. Kadang emang geli kalo lagi lihat2 baju tiba2 mbak2nya dateng sambil bilang “ada diskon 25 persen lho”, “warna atau ukuran lain juga ada”. kalo dengar seperti itu sekarang saya cuman bisa senyum sambil bilang “maaf mbak saya lihat2 dulu”.
    karena saya yakin mbak2 itu juga gak pengen over seperti itu dalam melayani kita, tapi mereka terkungkung dengan prosedur pelayanan toko itu, termasuk gak boleh duduk saat jaga counter. tapi ini sepertinya berlaku untuk toko yang besar seperti dept. store.
    CMIIW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s