Tentang Kamu yang Memberi Kenangan

Ini  tentang seseorang yang bekas jejaknya (mungkin) abadi di hati saya

 

Dari sebuah komik Korea berjudul Goong yang kemudian diadaptasi menjadi sebuah drama Korea berjudul Princess Hours saya menemukan sederet kalimat yang begitu membekas pada ingatan saya hinggi kini.

Karena aku tak mempunyai kenangan dengannya maka aku tak sedih atas kepergiannya.

Kalimat tersebut bukanlah redaksi aslinya. Itu hanyalah ingatan saya akan makna kalimat tersebut. Redaksi aslinya saya lupa.

Saya barusan mendengar beberapa lagu mellow romantis guna memicu inspirasi saya menulis sebuah cerita. Player lalu memperdengarkan saya sebuah lagu romantis yang pernah menjadi lagu andalan kisah asrama saya saat kali kedua saya pacaran. Ironisnya adalah saat saya mendalami lagu tersebut justru yang terbayang pacar terakhir saya/pacar ketiga saya/almarhum pacar saya yang meninggal Agustus tahun kemarin. Ironis memang.

Kenapa bisa terjadi begini tentu saja alasannya dapat ditemukan pada kalimat yang saya kutip secara tak asli dari komik Goong yang pernah say abaca.

Dulunya saya anti pacaran, saya mengakui saya menjadi nista setelahnya. Ya gimana gak, 23 tahun menolak pacaran tapi demi yang namanya ‘mencoba membuka hati’ eh tau-taunya dalam setahun saya bisa punya 3 pacar -_____________-“

Pacar pertama hanya bertahan 3 minggu. Pacar kedua agak absurd juga kalau dibilang pacar nyata. Soalnya kebanyakan kisah cinta kami di dunia maya, ‘semaya’ kisah cinta yang kami jalin. Beberapa minggu dengan 2 kali pertemuan yang membuat hubungan kami kahirnya menjadi nyata, saya lalu harus menghadapi kenyataan kalau dia telah jatuh hati pada perempuan lain. Pacar ketiga adalah pacar yang saya akui inilah pacar yang sesungguhnya. Pacar yang tak hanya hadir di saat saya tersenyum, tapi juga yang datang tepat waktu saat saya meneteskan air mata. Pacar yang mengusap peluh keringat saya, tapi di saat lain menaruh kepalanya manja di pundak saya. Pacar terhebat. Bolehkah saya bilang begitu?

Tentang ingatan. Tentang kenangan. Tentang kehilangan.

Meski lagu yang saya dengar adalah lagunya pacar kedua saya, tapi tak lantas lagu ini menghantarkan saya pada memori ketika kami bersama. Justru kenangan yang berkelebat di ingatan saya semua tentang almarhum pacar saya. semua tentangnya. Karena dialah yang mempunyai kenangan terhebat, terbanyak, terbaik (sampai saat ini) di hidup saya.

 

Tentang malunya pertemuan pertama kami. Tentang usahanya meluluhkan hati saya. Tentang perjanjian kami untuk berkomitmen yang tak sekedar pacaran. Tentang perjalanan di kereta api. Tentang tawa canda yang berhamburan di setiap pertemuan. Tentang pertengkaran. Tentang permintaan maaf yang banyak. Tentang perhatian. Tentang pundaknya yang tersedia untuk saya sandarkan kepala. Tentang mencari bulan di langit Jakarta. Tentang menunggu hujan reda. Tentang rebutan es krim. Semua tentang dia. Tentang almarhum pacar saya.

Tentang semua kenangan yang begitu hebat yang telah ia hadirkan di hidup saya.

Terima kasih untuk kamu. Semoga tenang di alam sana, semoga kamu diterima oleh-Nya 🙂

Advertisements

5 thoughts on “Tentang Kamu yang Memberi Kenangan

  1. semoga damai di alam sana 😀

    mungkin ada baiknya tidak terlalu tenggelam dalam kenangan, yang nantinya akan membuat apatis, menuutup kesempatan lain yang datang 😀

    hayukkk buruan dibuka hatinya lagi 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s