Pertanyaan Lelaki Masa Lalu

Seorang lelaki yang pernah masuk dalam hidup saya di suatu waktu, sebulanan yang lalu muncul di FB saya. Add account saya dan menjadi teman jejaring social saya itu. Tadi malam saya dan dia mengobrol dalam sebuah kotak chat. Lalu dia bertanya, “udah married?”

“belum”

“rencananya tanggal kapan?”

Gila kali yak ditanya sefrontal itu. tanggal kapan? Maunya sih tanggal 10 January 2013 yang berarti hari ini *murka*. Enak aja tanya tanggal kapan ama saya, jangankan tanggal, nemu pengantinnya aja belum.

Okelah, saya bisa netapin tanggal berapa saya nikah. Saya siapin semuanya. Tapi entar tolong di hari pernikahan saya kadoin saya mempelai pria yak? Biar dia bisa ijab Kabul atas nama saya.

*senewen*

Sebenarnya saat sedang ngobrol itu sih saya gak sewot ya, malah saya Cuma tanggapin dengan senyum dan hati yang damai. Saya senang dia sudah menikah dan baru punya bayi, dan yang paling penting saya gak merasa kalah ataupun terhina karena sampai sekarang jangankan belum menikah, tau menikah dengan siapapun tidak.

Adegan saya senewen itu adalah ketika saya hendak tidur. Tiba-tiba saya terkenang akan masa lampau dan membandingkan kenyataan masa kini. Sekarang mereka kebanyakan telah menikah. Mereka itu adalah lelaki yang pernah hadir di hidup saya pada suatu masa yang telah ditentukan. Selain hadir mereka menawarkan hatinya kepada saya. Tapi mereka kurang beruntung, bukan mereka akhirnya yang berhasil mendapatkan hati saya *senyum ala Putri Indonesia* ditambah *nyengir-nyengir*. Dan kini mereka sudah menikah atau akan menikah dalam beberapa minggu lagi.

Tinggallah saya.

Saya yang pernah mereka tawari cinta tapi sampai kini belum memiliki cinta saya sendiri.

Mereka telah mempunyai kehidupan baru dan saya masih mencari arti hidup saya.

Ketika mereka menikah, jujur saya lega. Karena akhirnya mereka mendapatkan perempuan tepat yang balas mencintai mereka. Bukan perempuan tinggi hati seperti saya. Saya lega karena sebenanrnya ada beberapa dari mereka yang meninggalkan saya sebuah penyesalan. Penyesalan berupa rasa bersalah. Bersalah karena dahulu saya tidak bisa menerima mereka tapi saya seperti member harapan pada mereka. Nah kenapa bisa begitu? Soalnya jaman dulu itu kadar naïf saya lebih tinggi dari sekarang. Ketika seorang cowok ngajak untuk lebih kenal dengan penawaran sebagai ‘temen’ saya langsung iyain aja. Temenan toh. Lagian temenan ama mereka asyik. Nyambung bicaranya dan ketawa-ketawa juga. Eh, di saya merasa ini temenan yang asyik tapi bagi mereka adalah sinyal ketertarikan. Tertarik sih, Cuma ya sebagai temen doang. Padahal jarang loh, lelaki datang di hidup kita lalu ketika menjadi deket dan deket mereka datang tanpa hati mereka. Iya, jarang banget ditemukan hubungan perempuan-lelaki tanpa cinta. Meski jarang tapi saya alami kok (lain kali saya ceritakan).

Jadi begitulah, karena mersa bersalah plus dianggap mempermainkan mereka, saya yang lugu dan imut-imut ini pun ikut senang ketika mendapatkan kabar mereka menikah.

2012 tahun menikah. Banyak yang saya kenal menikah pada tahun tersebut. Mereka kebanyakan menikah pada tahun tersebut.

Oya, tadi saya bilang saya sewot. Iya, tiba-tiba saya sewot ketika memikirkan ini lebih jauh.

Tepat setelah mengingat-ingat siapa saja yang telah menikah, harga diri saya tetiba terinjak-injak. Tadi lelaki itu tanya apakah saya sudah menikah dan apa sudah ada tanggal?

Bakbudik.

Imajinasi saya main. Jangan-jangan di seberang sana dia sedang tertawa. Tepat ketika saya katakana ‘belum’ dia sedang tertawa puas. Tertawa karena saya masihlah sendiri. Tertawa sambil berkata, ‘Tuh kan, coba dulu kamu mau sama aku. Gak galau kayak gini kamu.”

Huaaaaaaaaa…

Bagaimana bila ia ternyata seperti itu? gimana? Gimana?

Berarti saya telah ditertawakan olehnya.

 

 

*diketok pake palu gada*

*pingsan*

*sadar 16 menit kemudian*

Ini di mana? Saya siapa?

*ditampar pembaca*

Okeh. Maap. Saya fokus nih.

Iya, imajinasi saya emang sempat seperti itu. Tapi suudzon itu gak baik. Belum tentu juga apa yang diimajinasikan saya itu memanglah kejadian.

Dan saya memang tidak galau. Sama sekali tidak. Kalau ada seorang lelaki yang menikah dan berhasil membuat saya galau itu bukanlah pernikahan lelaki yang saya ceritakan di atas. Itu lekaki lain. Lelaki cinta senyap saya.

 

 

16 thoughts on “Pertanyaan Lelaki Masa Lalu

  1. Yang aku tahu, ada kepuasan tersendiri bagi para kebanyakan mantan ketika tahu bekas pacarnya belum punya pacar lagi atau lebih-lebih nikah.

    Apalagi yang pisahannya nggak baik-baik, pakai acara sumpah serapah.

    Dan, mantan yang masih berhubungan baik dengan bekas pacarnya pun ketika bilang, “aku doain kamu dapat yang lebih baik” sebenarnya sedang mengatakan kebalikannya.

    Semoga mantan kamu bukan termasuk model mantan yang kebanyakan ya.

    Apalagi kebanyakan gaya.
    🙂

    1. apakah kak ra termasuk mantan yang seperti itu?? Hihihi..

      Aq pribadi juga bakal senewen sendiri kalau mantan nikah duluan, gengsi, hahahaha…

    2. Ini bukan mantan. Hanya lelaki yang pernah deket sama saya aja. Dan saya pernah ngerasa gak enak ketika menolaknya dulu.
      Jadi aku emang beneran seneng ketika dia menikah, cuma ya, kalau dia ngerasa menang karena aku masih sendiri ya mungkin aku-nya rada sewot juga kali yak :))

  2. Hufthh,… bagaimanapun juga mantan tuh pernah mengisi hati kita, hari2 kita,..
    ibarat kata, udah menjadi bagian dari hidup kita, meskipun hanya di masalalu,…
    apalgi mantan yang masih memiliki perasaan, pasti sampai sekarang masihbelum menjadikan kita masa lalunya

  3. aku ga pernah punya mantan, tapi melewati masa ketika semua teman dan orang2 yang pernah menawarkan cinta pada nikah duluan, dijulukin perawan tua sama junior2 di kantor juga sering wekekeke, satu keyakinan ku waktu itu, jika waktunya tepat Tuhan pasti mengirimkan orang yang juga tepat dan kubutuhkan dan akhirnya hanya dua bulan bertemu kami mengikat janji di depan Tuhan dan penghulu😐 *ya iyalah masa depan patung pancoran*

    ini apa sih kok malah curhat :))

    1. ini bukan cerita mantan saya juga kok, mbak. Saya ampir sama kayak mbak, ini salah satu di antara orang2 yang pernah menawarkan cintanya pada saya.
      eh, makasih ya, mbak udah main ke mari. *seneng*

  4. waduh, saya pernah ditinggal sang mantan yg nikah duluan dengan pengusaha baju kelas pinggir jalan terus dia tanya kapan saya nikah, terus saya bilang ke mantan saya itu

    ajak suami elu berantem yuk sama gue ~ senewan

    dan begitulah, dan akhirnya doa saya yg teraniaya terjawab tahun kemarin – amin

  5. saya yakin ketika seorang laki-laki yang pernah mencintai perempuan, kemudian perempuan itu belum sedang dia sudah menikah, pasti ikut sedih, kenapa perempuan yang dicintainya belum dapat pasangan, bukannya gembira seperti prasangka itu.
    perasaan intan udah bener, ikut gembira, jadi jangan sampai diracuni dengan prasangka….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s