Jatuh Cinta Sendirian

Sudah enam tahun lamanya aku jatuh cinta sendirian. Merasakan cinta pada seseorang tanpa seseorang itu tahu apa yang aku rasa. Tak berniat kuberitahu, karena aku memang ingin mencintai dalam diam.

Enam tahun bukan waktu yang sakit untuk hanya memperhatikan seseorang tanpa menyuarakan cinta. Kebersamaan dengannya bagiku melebihi segalanya. Aku percaya dengan yang namanya takdir. Kalau kita memang ditakdirkan bersama kemanapun kakiku melangkah atau kemanapun hatinya bermuara, kelak dia dan aku tetaplah duduk bersama di pelaminan. Itu yang kuyakini.

Tak ada seorangpun yang mengetahui rasa cintaku padanya. Aku bisa menutupinya agar ini tak jadi bahan ulokan. Karena mencintainya tak mudah.

Aku mencintainya dalam diam. Diam-diam setiap kali aku hatiku berdebar setiap kali namanya terdengar di telingaku. Lucunya aku mencintainya dengan tak mutlak.

Tentu saja yang mutlak di dunia ini adalah berakhirnya dunia dan kematian. Selain itu tak ada yang mutlak di dunia ini, begitupun rasa cintaku.

Aku mencintainya namun hatiku pada waktu bersamaan juga mencintai lelaki lain. Apa ini artinya cinta? apa mungkin cinta itu ada dua pada waktu bersamaan? Aku jelas tak mau menghabiskan hidupku dengan sibuk mencari tahu definisi cinta. apapun itu namanya, yang jelas aku bisa menyukai dua lelaki pada waktu bersamaan. Merindukan keduanya secara bergantian. Dan mengangankan memiliki keduanya pada waktu yang tak memiliki batas-batas.

Gila. Entahlah. Aku hanya mencintai. Katanya mencintai itu lumrah. Maka aku akan mengatakan kalau aku hanyalah bertindak lumrah terlepas dari aku mencintai dua orang pada saat bersamaan.

Lelaki yang telah kucintai selama enam tahun tersebut, mempunyai suatu waktu di mana aku terlupa oleh getar getir rasa yang dia ciptakan untukku. Rasa itu digantikan oleh lelaki lain yang memang kehadirannya nyata dan rengkuhannya hangat untukku. Kali ini selain aku tidak mencintai dalam diam aku juga tidak jatuh cinta sendiri. Lelaki kedua ini mengajakku jatuh cinta bersamanya dalam sebuah cinta yang kami sebut itu milik kami.

Bagaimana dengan lelaki yang telah kucintai selama enam tahun? Perasaan merindukannya dan mendambakannya masihlah ada. Pada waktu-waktu tertentu. Pada imajinasiku yang selalu hanya ada dan tak pernah menjadi nyata.

Seperti hari ini. Ketika namanya kembali terngiang di telingaku. Maka kerinduanku padanya memuncak. Kenangan selama enam tahun bersama dan kebodohanku jatuh cinta sendirian padanya berkelebat hebat. Nyata dan menyiksa.

Enam tahun bukan waktu yang singkat. Enam tahun sudah kuhabiskan waktuku jatuh cinta sendirian.

5545657698_328b94b4e7_z_thumb

 

3 thoughts on “Jatuh Cinta Sendirian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s