Breaking Dawn Part 2 yang Konyol

Apa tanggapan kalian setelah menonton Breaking Dawn part 2?

Kalau saya sih murka.

Menurut saya itupilem terkonyol yang pernah saya tonton. Pilem yang gak ada secuil pun rasa sesal tertinggal di hati penonton.

Adegan terkonyol adalah ketika peperangan telah usai dan banyak tokoh-tokoh yang mati eh tau-tau itu Cuma hanya dilihat melalui vision si Alice. Dan si Aro demi gak mau mati konyol gak jadi memulai perang. Alhasil, adegan si Carlisle, Jasper dan beberapa lainnya yang mati juga gak jadi terjadi. Iya, karena akhirnya Aro udah ngeliat duluan hasil dari apa yang akan menjadi keputusannya melalui Alice yang bisa melihat masa depan. Makanya akhirnya Aro mengubah keputusannya.

Asyik sih pilem tanpa ada adegan yang membuat hati kita teriris. Karena kadang saya masih suka ngarep kalau Albus Dumbledore, Salah satu kembar Weasley, Tonks, Sirius Black (yang mana mereka adalah tokoh-tokoh favorite saya) gak mati dalam pilem Harry Potter. Setiap mengulang nonton film Harry Potter setiap kali pula hati saya miris. Ya soalnya ada beberapa tokoh yang mati tersebut. Nah, ketika adegan perang antara keluarga Cullen dan sahabat mereka vs Volturi saya sempat merasakan kemirisan tersebut ketika tokoh Carlisle mati dan juga Jasper. Saya sempat ikut merasakan getirnya ketika Esme dan Alice menjerit melihat suami/kekasihnya mati. Tapi tiba-tiba saya gondok ketika mendapati itu hanyalah berupa vision Alice yang belum kejadian. Akan kejadian bila Aro memutuskan perang, tapi gak kejadian kayak gitu kalau Aro memutuskan untuk mundur. Tentu saja yang dipilih si menyebalkan Aro adalah mundur soalnya dia melihat sendiri dalam perang tersebut dia dan Jane (anak buah kesayangannya) mati konyol di tangan si hebat Edward dan Bella.

Selain adegan tanpa ada yang mati yang otomatis membuat pilem ini berakhir mutlak happy ending, kenyataan Bella menjadi tokoh yang mendapatkan segalanya membuat saya juga tak suka dengan pilem ini. Saya memaafkan ending twilight yang menurut saya basi banget, tapi untuk ending Breaking Dawn part 2 ini saya gak bisa memaafkan sama sekali. Inilah menurut saya kisah dongeng yang paling dongeng. Mengalahkan kisah cinta romantic Cinderella, Putri Salju dan kawan-kawan mereka. Betapa tidak, Bella selalu mendapatkan apa yang dia mau. Dia berhasil menjadi vampire dan akhirnya hidup bahagia selamanya dengan keluarganya. Iya, selamanya karena mereka vampire dan abadi.

Lalu ada lagi tokoh Jacob. Gak dapet emaknya dapet anaknya. Nah, makin gak ada satupun kisah yang miris kan di pilem ini? Semuanya bahagia. Semuanya berakhir bahagia dengan cara yang mutlak. Tanpa pengorbanan.

Mungkin bagi para penonton sekaligus pengkhayal kisah indah, pilem ini bakal disukai karena seperti saya katakan tadi, gak ada pengorbanan. Tapi bagi saya, pilem yang gak membuat hati saya cetar membahana merasa miris terus menangis dan menyesali tokoh-tokoh yang mati adalah pilem yang konyol. Okelah jangan konyol. Tapi pilem yang gak berhasil memainkan emosi penonton.

Meskipun saya masih miris kenapa Albus Dumbledore dan salah satu kembar Weasley mati, tapi toh saya suka dengan ending seperti itu. Kebahagian yang berasal dari pengorbanan. Bukan kebahagian mutlak. Karena toh kebahagian mutlak itu memang gak akan kita dapati di dunia ini. Maka itu saya katakan, pilem Breaking Dawn adalah dongengnya dongeng.

 

Advertisements

12 thoughts on “Breaking Dawn Part 2 yang Konyol

  1. Kasian sih sebenarnya ngeliat Jacob. Kenapa Stephanie Meyer gak ngebuat ending untuk si Jacob itu yang lebih baik dari pada sama si Nessie. Misalnya wkt si Jacob lg berubah jadi serigala eh dia ketemu kek sama cewek yang tersesat di hutan trus jatuh cinta dong :p

    Suka review-nya Intan…

  2. haha..
    Hihi..
    Kesel banget kayaknya kak.
    Kl aq krn memang sudah mengkhatamkan 4 Jilid bukunya, jd udah tau kalau ga ada yang mati disitu.

    Dan memang endingnya klise,tp tetep kq bellanya berkorban,waktu masih jd manusia.
    Dan memang disitu ceritanya tg vampire,yang digambarkan begitu sempurna tanpa cacat.

    Tapi entah,film breaking down,baik part 1 atw 2, sukses mengurangi histerisnya aq pada seri twilight saga. Lebih suka novelnya.

    1. aku biasanya lebih menyukai novel ketimbang pilem. kayak Harry Potter, aku lebih suka membacanya walaupun pilemnya juga suka aku tonton. tapi ketika nonton twilight dan mendapatkan ending yang ‘ketebak’ bikin aku gak nafsu baca novelnya.
      Padahal biasanya aku lebih menyukai versi buku ketimbang pilem loh.
      makasih ya atas komentarnya. kamu kayaknya penggemar twilight deh πŸ™‚

      1. hm mh, aq penggemar twilight, ngga maniak sih.
        tapi aq suka sama alice, ada kisahnya tuh 😳 , makanya aq masih suka walaupun filmnya rada mengenaskan :P.

  3. Huehehehe,,, aku belum nonton Tan… dan ga baca bukunya juga. Tapi ngakak baca tulisan [Gak dapet emaknya dapet anaknya.] huekekeke…. Kacian yak…

    Dan,,, why you bold “selamanya” twice,,, ? Hehehe *dikepruk intan pake leptop* πŸ™‚ πŸ™‚

    Peluk jauh dari Kalibata…. :* :*

    1. hehe..
      soalnya ini pilem emang bikin sirik dongeng lainnya. mereka hidup abadi gitu loh, dan kalimat ‘bahagia selamanya’ mutlak hanya mereka yang miliki karena mereka gak mati2 πŸ˜€

  4. Sama sekali ndak pengen nonton Breaking Dawn.. ndak terobsesi banget2 ma sexynya perutnya si jacob ato si cullen.. gedean punya saya soalnya.. πŸ˜†

    Kalo ending mati paling bagus menurutku matinya Brus Wilis di Armageddon… Matinya keren banget…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s