Gurat Kenangan

Kebersamaan kita akan tetap indah bila hanya ada dalam kenangan saja.

 

Banyak hal yang akhirnya membuatku kembali padamu. Terkurung dalam labirin waktu dengan segala kenangan kita menyerupai kepingan puzzle. Semua itu terasa dekat meski masa lalu dikatakan adalah hal paling jauh yang ada di dunia ini. Namun, kenyataan berkata, setiap kupejamkan mata, kenanganku akanmu seperti menjadi bayanganku. Ada dan dekat.

Akan ada banyak cara yang dapat kulakukan untuk menarik semua kenangan itu mengisi sepinya malam kala hujan turun dengan deras saat mataku enggan terpejam. Namun bila kupejamkan mataku sedikit saja, pusaran waktu membawaku ke dekapanmu, saat kita masih bersama.

Kenangan adalah hadiah yang kita punya atas sebuah pertemuan yang telah digariskan-Nya. Kenangan juga yang membuatku mampu kembali menemuimu bahkan menyapamu. Tapi tetap saja, ada akal sehatku yang memintaku untuk tidak melewati garis itu. Agar aku tak mengulangi apa yang kerap kedelai lakukan.

Kenangan akan tetap menjadi kenangan bila aku mampu menyimpannya dalam suatu kotak berwarna merah jambu. Meski kelak warna itu pudar, tetap dulunya ia merah jambu.

Kenangan akan terus aku kenang. Hanya dalam kenangan aku dapat melihatmu bagai malaikat. Namun bila kujadikan kenangan kembali hadir mengisi hari menjadi suatu ruang yang kusebut nyata, maka sosokmu tak ubahnya iblis.

 

One thought on “Gurat Kenangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s