Gak Minat Jadi Malaikat

“Tan, makan dulu,” perintah Ibu saya yang lalu hanya saya jawab dengan ‘yaaaaa’ tanpa mau beranjak sedikitpun dari meja tempat saya tengah sibuk mengetak-ngetik sesuatu.

Lima belas menit kemudian, Ibu saya kembali masuk ke kamar saya dan menyuruh saya makan lagi, saya jawab dengan, “belum lapar, Mi.”

Spontan ibu saya berkata, “Emang adek malaikat ya? Bisa gak lapar-lapar? Udah dari tadi pagi kan belum makan?”

Saya kaget. Ini suatu bentuk kemarahan yang baru. Emang sih saya belum makan sejak pagi dan sekarang hari sudah menjelang sore, tapi menyebut saya malaikat? Terlalu berlebihan kayaknya.

“Bukan gak lapar, Mi, tapi belum lapar.”

“Gak ada pokoknya makan sekarang juga,” ucap Ibu saya sembari menarik tangan saya dan dengan terpaksa saya harus meninggalkan laptop saya sejenak untuk beringsut ke dapur.

Malaikat. Sama sekali gak terbersit dalam benak saya untuk mencoba menjadi malaikat dengan gak makan. Saya hanya susah makan belakangan ini bukan gak mau makan. Saya hanya belum lapar bukan tidak pernah merasakan lapar.

Ah iya.. melihat tubuh saya yang sudah sekurus ini sekarang sih emang memprihatinkan. Gak heran juga kalau ibu saya sampai sewot sedemikian rupa. Itu namanya kasih sayang, kan?

 

3 thoughts on “Gak Minat Jadi Malaikat

  1. Aq juga suka malas makan kak,😀 tapi terkadang berasa laper mulu, jd makan mulu. Tapi mw rajin makan/malas makan, badanku ya segini-gini aja, paling perutnya aja yang kempes melendung, kempes melendung. ^-^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s