Menjadi Guru Karena Terdampar

Karena menjadi guru adalah suatu tugas mulia maka sudah sepatutnyalah seseorang yang ingin menjadi guru itu memanglah benar-benar mempunyai keinginan dan cita-cita yang kuat untuk menjadi seorang guru. Dengan begitu maka akan tumbuh kecintaan dan keikhlasan dalam menjalani profesi sebagai seorang guru. Berbeda bila menjadi guru dikarenakan hanya ‘pilihan terakhir’.

Awal mula menjadi guru ditentukan adalah saat mengikuti seleksi ujian masuk perguruan tinggi. Di sana terdapat pilihan-pilihan para siswa yang akan menjadi calon mahasiswa. Pilihan pertama biasanya merupakan keinginan terbesar calon mahasiswa dan keinginan itu terus menurun pada pilihan kedua bahkan ketiga.

Bagaimana bila menjadi guru merupakan pilihan ketiga? Saya rasa tidaklah menjadi masalah apabila memang telah tertanam dalam benak si calon mahasiswa kalau dia memanglah juga berkeinginan menjadi seorang guru yang merupakan suatu pekerjaan mulia di mana selain mendapatkan penghasilan juga mendapatkan pahala jariyah. Tapi bagaimana bila pilihan terakhir dalam kolom jurusan yang ingin ia masuki malah karena agar semata-mata lulus dari ujian masuk tersebut dan tidak menanggung malu karena tidak berhasil lulus ujian?

Di sinilah fenomenanya. Sepanjang pengetahuan saya, yang ingin masuk jurusan keguruan di perguruan tinggi hanya ditentukan oleh dua alasan. Pertama karena memang menjadi guru adalah suatu hal yang telah ia cita-citakan sejak TK bahkan. Kedua, hanya karena tidak berhasil lulus di jurusan favoritnya. Alasan kedua ini saya sebut dengan istilah ‘terdampar’.

Terdampar. Apa yang salah dengan terdampar di suatu jurusan yang tidak kita sukai? Masalah tentu saja, bila kita tidak menyukai suatu hal otomatis kita tidak menjalani hal tersebut dengan hati yang ikhlas dan riang gembira, sehingga apapun yang kita lakukan hasilnya tidak maksimal.

Terdampar. Beruntunglah bagi orang-orang yang terdampar tapi lalu selalu berusaha ingin menjadi yang terbaik dan melakukan yang terbaik. Karena itulah yang memang sudah seharusnya manusia lakukan.

Lalu apa hubungannya ‘terdampar’ pada Fakultas Keguruan dengan kualitas guru? Ada.

Bila seseorang terdampar lalu kuliah dengan hati yang tak ikhlas maka besar kemungkinan akan menjadi seorang guru yang juga berkualitas tak baik. Karena apa? Karena memang sedari awal dia sudahlah tidak menyukai berkuliah di situ konon lagi harus bekerja mengabdi menjadi seorang guru. Rasa tidak suka lalu dijalani tidak ikhlas berujung pada kualitas guru yang buruk. Karena guru yang demikian adalah guru yang tidak menemukan passion-nya dalam dunia mengajar. Kalau sudah begini, apa yang akan terjadi pada anak didiknya?

Mungkin (ini hanya hipotesis tanpa penelitian) inilah yang lalu terjadi dalam berita-berita yang kita tonton, dimana seorang guru menganiaya anak didiknya hanya karena anak tersebut malas menulis, atau lambat dalam membaca. Itu hanya contoh kecil kualitas guru yang buruk. Kualitas yang terbentuk karena guru tersebut bermula ‘terdampar’ pada jurusan yang tak ia sukai lalu tidak berusaha melakukan yang terbaik atau tidak mau menemukan gairahnya menjadi seorang guru. Nah, kalau begini yang terjadi, ada baiknya, bagi para siswa yang segera akan melanjutkan ke perguruan tinggi, janganlah memilih fakultas keguruan bila passion-mu bukanlah di situ. Karena menjadi guru bukan hanya menyoal pada profesi semata, tapi juga berupa tanggung jawab yang begitu besar terhadap masa depan bangsa juga ilmu dan akhlak yang nantinya akan menjadi panduan para anak didik.

Advertisements

11 thoughts on “Menjadi Guru Karena Terdampar

  1. saya terdampar di profesi saya sekarang, tapi saya suka setiap detail pekerjaan yang saat ini saya lakukan, terdampar di mana pun, asalkan hati senang, rasanya semuanya seperti permainan yang menarik 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s