Donat Gosong

“Mi, adek pengen donat dan pengen buat donat.”

“Buat aja.”

“Tapi adek gak tau cara buatnya -________-“”

“Huahahahahahahaha,” terdengar bahakan dari si Abang.

Saya menyukai donat. Amat. Lagi moment Idul Adha begini yang jualan donat itu gak ada, makanya saya memutuskan untuk membuatnya, lagian setelah saya pelajari bahan-bahan membuat donat itu memanglah sudah tersedia di rumah, tinggal beli Fermipan doank. Lebih baik kamu jangan Tanya Fermipan itu apa dan gunanya apa, saya juga ENDA TAUonion-emoticons-set-2-147 .

Gak ada yang sulit dalam membuat donat, sampai donat itu didiamkan dengan kain basah, bisa dibilang saya berhasil sampai tahap ini. Dalam hati saya terus berharap ini akan berhasil, jadi predikat saya sebagai perempuan yang Cuma bisa masak mie instan aja bisa dicabut, untuk kemudian ditambahkan gelar pembuat donat handal onion-emoticons-set-2-101.

Masalah muncul ketika harus membentuk donat. Jiwa seni saya dalam hal keindahan gak muncul. Saya gak bisa mencetak dengan baik dan benar. Ada yang kurus, kecil, gemuk dan kurus. Lalu saya berpikir positif saja, sebagai pemula hal seperti ini biasa.

Masuklah tahap menggoreng, daaaaaaaaaaaaaaaaaaan..

Bencana terjadi.

 

Donat saya gosong onion-emoticons-set-2-4.

Oh Tuhan, apa dosa hamba? Kenapa semua yang hamba goreng harus berakhir gosong? Kenapa? Apakah minyak begitu membenci hamba? onion-emoticons-set-2-5

Donat gosong.

 

 

 

 

 

 

 

 

Mana ada sih orang bikin donat gosong?

Saya panik. Lalu ketika saya menjerit panik di dapur datanglah Ibu dan adik sepupu saya.

“Ya ampun, kak. Itu apinya gede banget. Pantesan gosong,” komen si adik sepupu.

“Itu donat, Tan. Bukan ikan. Gorengnya gak pake lama. Gitu ditaruh, balik ya diankat terus.” Ceramah Ibu saya.

Lalu saya merenung. Iya ya, kenapa bisa pula lagi saya menyamakan menggoreng donat dan ikan? Saya paling sebel deh kalau udah kayak gini. Logika saya ketika memasak sering hilang. Iya, teman. Logika hilang bukan hanya ketika berhadapan dengan cinta saja (malah untuk urusan ini bisa dibilang logika saya gak hilang) tapi logika bisa juga hilang begitu berhadapan dengan yang namanya kompor. Memasak tepatnya.

Tapi inialah hasil akhir donat saya. Not too bad. Dan rasanya?

Orang rumah memujinya. Katanya donatnya lembut dan rasanya enak. Ya kalau mau mengabaikan bagian yang gosong itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil akhir donat. Bentuknya kagak jelas –“

7 thoughts on “Donat Gosong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s