Anak-anak Pak Rasyid

Saya dan adik perempuan saya satu-satunya.

Saya: Lia, charge kakak mana?
Lia: Ama Lia, kak. Udah, kakak pake charge BB Lia aja, punya kakak untuk Lia bawa-bawa, soalnya charger kakak kecil.

Saya: Mana bisa. Gak boleh loh ganti-ganti gitu.
Lia: Bisa, yang penting batere-nya jalan kan pas di cas?
Saya: Iya. Tapi ganti-ganti pasangan itu gak baik. Entar bisa nular virus tau.

Lia:Virus apa?

Saya: HIV (kalem)
Lia: *diam (ndak ngerti dianya)

 

Saya dan adik laki-laki (si bungsu) saya satu-satunya.

Pija: Kak, denger-denger pacar kakak meninggal ya? (Dia baru tau karena baru pulang ke rumah setelah beberapa minggu di asrama)

Saya: Iya.
Pija: Aduh, kak. Malang nian nasibmu. Baru juga pacaran, eh udah ditinggal mati aja (dengan nada sok tua)
Saya: *diam
PIja: Udahlah, kak. Mati satu tumbuh seribu (lalu berlalu tanpa malu)
Saya: *diam (pengen lempar petasan jadinya, ini anak usianya 8 tahun di bawah saya, tapi sok-nya nauzubillah)

 

Saya dan abang saya satu-satunya.

Abang: Tan, katanya udah janji kalau abang pergi (ke luar kota) itu si kerbau (nama kucing kesayangannya) mau diajak ngobrol

Saya: Udah kok , bang (bohong)
Abang: Gak mungkin. Liat tuh dia jadi sakit gitu pasti karena kesepian. Gak ada yang mau main sama dia.

Saya: Jangan salahin adek, lah. Adek udah ajak ngobrol, tapi ya mau gimana, kami gak nyambung (berlalu dengan tampang belagu)

Abang: -____-“

4 thoughts on “Anak-anak Pak Rasyid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s