Berubah

Suatu ketika di tengah jam kerja seorang teman semasa kuliah mengajak saya chating. Ngobrol sembari ketak-ketik. Lalu sampailah dia mengatakan,

“Kamu enak ya, Tan. Punya kerjaan, punya uang, punya pacar pula lagi”

Seingat saya, saat itu saya membalas dengan emot senyum, ucapan syukur dan juga, “Entar juga kamu akan dapetin yang kamu inginkan.”

Kalender telah berganti bulan. Musim kini sedang di puncak kemarau. Dan kondisi saya berubah drastis.

Nganggur. Gak punya kerjaan yang bisa dibanggakan atau apapun untuk mengisi kesibukan. Uang? Beuh… bahkan untuk ngisi pulsa aja saya kesusahan *garukgarukdinding*

Lalu, pacar? Kisah percintaan saya sangat tragis malah. Ketika rasa cinta begitu besar saya rasakan ketika itu saya ditinggalkan. Ditinggalkan yang benar-benar ditinggalkan.

Semua kondisi kita bisa berubah. Tiba-tiba atau berangsur-angsur. Dan kini kondisi saya persis seperti kondisi teman saya yang saya ceritakan di atas. Kabar terbaru yang saya tau darinya bahwa kini ia telah bekerja, dari statusnya sih sepertinya juga tengah ada lelaki dalam hidupnya.

Saya sendiri masih merasa aneh dengan kepergian kekasih saya. Banyak hal yang enggan saya lakukan. Dulu begitu banyak mimpi yang kami rangkai berdua, lalu  ketika mimpi utama kami kini lenyap, entah mengapa rasa semangat juga lenyap dari diri saya.

Saya hanya butuh waktu. Tapi entah sampai kapan.

 

8 thoughts on “Berubah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s