Ibu Bijak (Bayar Pajak)

Saya harus salut deh sama sikap bijaknya Mami saya. Beliau super amat bijak nan peduli sekali *cium mami 3 kali*

Persoalan hubungan saya dengan almarhum pacar saya bisa dibilang tak disetujui mutlak oleh beliau. Iya, saya menceritakan soal hubungan saya dan segala macam tentang almarhum kepada ibu saya. Tapi meskipun beliau tidak menyukai hubungan saya, beliau juga tidak melarang saya berhubungan dengan almarhum. Hanya saja sesekali memang terdengar nasihat bila sebaiknya saya mencari lelaki lain saja, yang satu daerah. Deket alasannya😀

 

Seminggu lalu, saat saya mengetahui kabar pacar saya telah tiada maka orang pertama yang saya beritahu adalah Mami. Saya pergi ke ruang TV dan menangis sesenggukan di pangkuan Mami. Lalu dengan bijak Mami mengelus-elus punggung saya serta mulut beliau sibuk memberikan nasihat dan menyuruh saya bersabar. Beliau maklum kalau putrinya tengah sedih dan sangat merasa kehilangan.

“Aneh ya adek nangis kayak gini, Mi?”

“Gak. Ya.. namanya juga kita udah sayang.”

Berhari-hari saya masih juga terlihat sedih. Dan saya enggan menyendiri di kamar. Saya takut kesunyian menghantui pikiran saya. Jadi saya sering ngobrol (curhat) ama Mami dan menceritakan ragam hal tentang almarhum kepada Mami. Mami mendengarkan. Mami tau betapa sedihnya saya sampai-sampai Mami juga seakan gak mau percaya kalau pacar saya memang telah tiada. Mami berharap juga kalau ternyata ini semua hanya kebohongan semata agar saya tidak terus menerus sedih. Agar saya masih bisa mengobrol dengan almarhum. Atau menceritakan apa saja yang belum sempat saya ceritakan.

“Mami pasti lega kan kayak gini?”

“Maksudnya?”

“Iya, akhirnya adek emang gak mungkin nikah sama Iwan.”

“Gak lah. Maksud Mami gak gitu. Mami emang lebih baik adek sama yang lain, tapi kalau emang adek udah berjodoh sama dia ya Mami pasti restui. Jodohkan gak bisa dibantah. Kalau emang udah dia Tuhan yang kasih buat adek ya pasti jadi.”

Saya diam mendengarkan penjelasan beliau. Lalu air mata kembali menetes. Saya terharu. Ternyata Mami memang Ibu yang bijak. Dan saya beruntung menjadi putrinya.

One thought on “Ibu Bijak (Bayar Pajak)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s