Benda Mati Berkepala Besar

Mungkin si kepala besar itu udah terlalu sering menertawakan aku, betapa aku sering membuat bantalku basah oleh airmataku setiap kali aku berantem dengan tuannya. Mungkin juga, dia udah jengah ngeliat aku galau setiap malam gegara merindukan tuannya, atau setiap akhir pekan aku sibuk dengan ponselku agar aku tetap merasakan malam mingguan dengan tuannya.

Kadang aku pengen dia hidup dan bisa berbicara lalu menelepon tuannya yang jauh di sana, memberi kabar betapa aku ingin sekali cepat bisa bertemu dengan tuannya. Atau sekedarmenyampaian betapa aku sangat amat menyanyangi tuannya.

Kadang aku juga menyakitinya. Mungkin bila ia bisa berbicara, dia juga akan mengadu pada tuannya, betapa aku sering menampar kepalanya yang besar, setiap kali tuannya mengabaikan smsku setiap malam gegara tuannya telah tertidur.

Atau betapa aku yang malah pengen dia dan tuannya bertukar posisi. Agar, yang ada di atas kepalaku di tempat tidur adalah tuannya. Bukan benda mati berkepala besar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s