Nasi Goreng Kesukaan

Seorang teman seperjuangan kala di bekerja di Jakarta kemarin mengirimi saya sms dan bertanya, “Kamu kangen gak sama Jakarta?”

Saya jawab, “Ya”.

Mungkin agak sedikit berbeda dengan teman saya itu, mungkin ia merindukan Jakarta karena kekasih hatinya ia tinggalkan di sana. Saya kangen Jakarta bukan karena akhirnya kota itulah yang membuat saya jatuh cinta sama lelaki lagi, melainkan karena….

 

 

Makanannyaonion-emoticons-set-2-32 .

 

Iya. Saya kangen Jakarta bukan karena soal kekasih hati saya, toh si pacar untuk sementara waktu bermukim di Jawa. Ngumpulin duit buat mahar.

 

Saya kangen sama ragam makanan di Jakarta yang gak saya temui di Aceh, semisal Tongseng, Tahu Gejrot dan Karedok. Wuih… saya demen banget deh sama itu makanan.

 

Tau sendirilah kalau saya ini kereeeee banget onion-emoticons-set-2-52selama hidup di Jakarta. Gaji saya Cuma cukup buat makan doank. Dan bila tengah bulan, makan saya gak bisa bervariasi lagi. Makan pagi roti, makan siang tetep di warteg dan makan malam nasi goreng favorit saya.

Saya sebut ini nasi goreng kesukaan sayaonion-emoticons-set-2-149 .

Sudah beberapa tempat saya mencoba nasi goreng, tapi Cuma nasi goreng favorit saya inilah yang isinya tuh banyaaaaaaaaaaaak, otomatis saya yang perutnya gede gak perlu beli makan dua porsi lagi. Pedesnya gila. Dan isinya yang berupa bakso dan ayam ditaroh banyak. Harganya 12 ribu saja. Iya. Harganya memang lebih mahal 1000-3000 dari nasi goreng lainnya yang pernah saya makan. Tapi porsinya gila euy. Temen saya kalau makan ini pasti buat berdua. Sedangkan saya mampu habiskan sendiri.

 

Nasi goreng itu saya makan setiap kali makan malam. Beberapa hari berturut-turut saya makan nasi goreng tersebut sebagai menu makan malam saya. ketika Ibu saya nelepon atau pacar nanyain kabar dan tanya saya makan malam pake apa, saya Cuma bisa jawab “makan nasi goreng lagi” lalu nyengir onion-emoticons-set-2-87.

Setiap kali ditanya kenapa saya milih makan nasi goreng kesukaan saya itu lagi, setiap kali saya tegaskan kalau saya memilih nasi goreng tersebut karena porsinya banyak. Dua kali porsi nasi goreng biasanya. Dan Ibu atau pacar saya Cuma bisa bilang, “dasar rakus”

Aah… sudahlah. Perut saya lebih penting.

Advertisements

9 thoughts on “Nasi Goreng Kesukaan

  1. Nasi goyeng solo itu ndak pake kecap tan, trus bumbu halusnya pake kemiri dikit. 😀 trus kadang telornya pake telor bebek, gurih… Ah… Saya jadi lapar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s