Pasangan ke Surga

Saya rasa kita sepakat kalau saya mengatakan yang paling kita inginkan adalah SURGA. Iya kan? Kita hidup untuk mendapatkan ending itu, kan?

Baiklah. Banyak dari kita lupa akan hakikat hidup yang selama ini kita jalani. Kita selalu ribet untuk mikirin dunia mulu (ngomong ama cermin, nunjuk diri sendiri) sampai-sampai kita lupa ujungnya akan ada Surga atau malah Neraka yang menanti kita.

Idealnya, kita hidup sampai usia 63 tahun (usia Nabi), kita baligh diumur 15. Ini berarti ada 48 tahun hidup kita yang kita habiskan dengan memilih jalan menuju surga atau neraka.

Asumsikan kita menikah di usia 25 itu berarti ada masa 10 tahun bagi kita untuk berjalan sendiri menuju Surga-Nya. Masih ada sisa 38 tahun. Suatu waktu yang banyak. Yang lama. Yang panjang. Bila kita menikah di usia 25 berarti kita menghabiskan (dengan asumsi) 38 tahun bersama pasangan kita berjalan menuju Surga-Nya.

Terus masalahnya apa sih?

Karena 38 tahun itu bukan waktu yang sebentar maka sudah sepatutnya kita menemukan pasangan hidup yang membimbing kita berjalan menuju Surga-Nya. Baiklah, mungkin gak membimbing, at least, berjalan beriringan dengan kita menuju Surga-Nya. Karena pernikahan bukan hanya semata cinta atau pemenuhan nafsu biologis saja. Lebih dari itu. Membangun pernikahan adalah menyempurnakan separuh agama. Dan mendapatkan pasangan yang tepat dalam menyempurnakan agama itu penting. Pasangan yang mengajak kita berjalan menuju Surga. Tempat terakhir kita. Hakikat sesungguhnya yang kita cari dalam hidup.

14 thoughts on “Pasangan ke Surga

  1. Subhanallaah Intan… kamu sudah dewasa Nak….🙂🙂 turut berdoa semoga mendapat pasangan yang bisa menguatkan perjalanan menuju surgaNYA….

    Dapat salam dari temenku,,, dia kagum sama cara kamu memaknai hidup di tengah realitanya… hehehehe… Ini makhluknya.. http://faizaljauhari.wordpress.com/ hehehehee…

    Jadi kapan aku bisa jadi pasanganmu ngabisin makanan?🙂😆

  2. Jadi kapan nikah? hehe.. intermezzo
    Seseorang yang mulai memikirkan (menuliskan) hal ini sebenarnya sudah ideal utk menikah, tinggal mental kita saja yang perlu dibangun.

    *ngomong gampang

      1. wow.. just wow, kalo kata Rangga Umara.. laki-laki yang berani, laki-laki yang berani membuka usaha dan melamar wanita. #lho salah sasaran.
        haha..

  3. Membangun keluarga yang bahagia dalam rangka meraih ridha-Nya; bahagia tidak hanya di dunia, tapi hingga ke surga-Nya. Duh, betapa bahagianya…..

    Ohya, saya sedang mengadakan giveaway betapa senangnya ngeblog dalam rangka milad blog saya yang kedua. Ikutan ya, Mbak Intan Rasyid. Info selengkapnya silakan dilihat di blog saya. Makasih….

  4. Menikh adalah salahsatu tujuan hidup,dan setelah menikah mengatur dan melakuka sesuatu untk mncpai tujuan itu. Apbl keliru membuat rencana atau bertolak blakang dg pasangan maka akn trtunda rencana itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s