Kenapa Senyap?

Kenapa sepi?

Kemana gaungan cinta yang kamu umbar petang kemarin?

Adakah kini gaungnya mulai melemah karena cahaya cintamu tak lagi bersinar cerah?

Kenapa senyap?

Kemana gema-gema lantunan cinta yang kamu puja puji pertontonkan pada khalayak?

Adakah kini syair-syair usang itu tergerus oleh yang namanya kebosanan?

Mengapa menghilang?

Mengapa kini tiada?

Atau baru kamu sadari gaungmu ternyata tak mampu melemahkanku?

Atau pendar cahaya cintamu ternyata tak terlalu kuat melawan sinar agung kekuatan yang kupaksa ada?

Kenapa senyap?

Pertontonkan kembali. Cemooh semua. Agung puja pujikan lagi lelaguan rindu yang kamu punya.

Lalu aku bisa tersenyum. Tahu. Ada cinta di sana.

3 thoughts on “Kenapa Senyap?

  1. [ Atau baru kamu sadari gaungmu ternyata tak mampu melemahkanku?
    Atau pendar cahaya cintamu ternyata tak terlalu kuat melawan sinar agung kekuatan yang kupaksa ada? ]

    bumbu-bumbu cinta, yah begitulah saya menyebutnya, ihik :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s