Saya Cantik Tapi Kok Susah Dapet Pacar?

Kemarin malam saat saya tengah bertelepon ria bertanya kabar dengan sahabat perempuan saya di Aceh, saya melontarkan sebuah pertanyaan, “Udah dapet belum?”

Yap. Pertanyaan itu mengarah ke ‘pacar’.

Teman saya menjawab, belum.

Lalu saya berceloteh, “Heran ya, Tar, padahal kita ni kan gak jelek-jelek amat. Kenapa sih dapet laki sebiji aja susah?”

Dia menjawab, “Iya. Buta kali yak mereka.”

Lalu derai tawa kami muncrat malam itu.

Okeh. Itu percakapan iseng sebenarnya. Kami tau soal cantik jelek itu gak mutlak nentukan apakah seseorang pantas jomblo atau gak. Gak juga menghakimi lelaki di luar sana pada buta karena gak bisa ngeliat kami; perempuan cantik, pinter, mandiri, dan single available ini untuk dijadikan pacar lalu dipinang sebagai istri *jangan bakar saya*

Obrolan kami hanya candaan. Tapi bener. Terkadang kami heran, kenapa status single itu susah berubah menjadi double. Dan lalu saya menemukan benang merah kejadian ini.

Melihat sahabat saya ini kadang kita pengen bilang, “aduh lelaki tu pada buta yak, gak bisa ngeliat perempuan cantik kayak dia? Bukannya dipinang eh malah diabaikan?”

Padahal sebenarnya bukan lelakinya yang buta. Tetapi sahabat saya inilah yang menutup dirinya hingga lelaki tak mampu melihat.

Umur segini umur galau soal jodoh. Kalaupun saya dan temen-temen bisa masabodoh soal jodoh tapi keluarga dan lingkungan sekitar itu usil. Jadinya eh, kepancing deh. Emosi deh. Apalagi undangan pernikahan temen bertubi-tubi datang, dan kerjaan kami hanya sibuk menyiapkan baju pesta bukan menyiapkan kebaya pengantin.

Menjadi terbuka aja. Bergaul. Menjadi orang yang asyik diajak bicara. Gak terlalu memilah-milih. Sesuai criteria tapi gak ngotot. Sadar diri. Ngaca. Lalu buka hati lebar-lebar. Dan voilaaaaaa…

Akan ada seseorang lelaki (tanpa kuda putih tentunya) yang akhirnya datang lalu bisa melihat gak hanya kecantikan kita melainkan juga hati kita yang butuh cinta.

ember manaaaaaa ember?

Mau muntah nih saya onion-emoticons-set-2-98

Etapi bener loh. Buka diri point pentingnya. Bukan buka baju.

Karena gini aja deh, saya sebagai orang yang udah tobat dari philophobia ngerasa, kita gak selamanya harus sendiri. Karena sendiri itu nelangsa. Jadi cara supaya gak sendiri adalah dengan mencari pasangan sehidup semati. Mencari yak. Gak Cuma menunggu. Seperti kata Capella:

Kamu tahu kenapa bisa terjadi sebuah pertemuan? Karena ada dua orang, yang berjalan menuju titik yang sama. Tak ada yang cuma mencari, sedang yang lain hanya duduk saja menunggu. Keduanya mesti bergerak. Sama-sama mengayun langkah. Untuk kemudian berhenti di garis yang sama. Yang bersinggungan. Seperti kita, kuharap, pada suatu ketika.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dan cinta sebenarnya bukan soal tampang. Gak peduli kamu cantik atau jelek semua pasti punya cinta. Tinggal usahanya aja yang lebih sembari berdoa sama Tuhan agar jodohnya didekatkan.

Iya kan, Nona Penjual Pizza?

Advertisements

11 thoughts on “Saya Cantik Tapi Kok Susah Dapet Pacar?

  1. kemaren saya sangat galau karena cinta tetapi hari ini ketika saya melihat ke belakang, saya telah membuang banyak energi hanya untuk melukai diri sendiri, terkadang kita harus berlari untuk mengejar cinta kita tetapi ada kalanya kita harus berhenti dan menanti karena bisa jadi cinta sejati untuk kita sedang menyusul langkah kita dari belakang 🙂

    1. jodoh itu tetep aja jadi misteri. kita gak tau dia ada dimana.
      kita harus berusaha meraihnya. meskipun dia ada di belakang kita tetap jangan diam diri. noleh melihat ke belakang. atau malah nyusul dia agar dia gak salah belok. toh, intinya tetep kita ini ‘bergerak’ apapun analoginya 😀

  2. [ Mencari yak. Gak Cuma menunggu ]
    nah, jadi ………. masih dalam proses mencari dan terus mencari atau …… sudah ketemu dan tinggal menunggu tanggal yang baiknya :p

    [ Kamu tahu kenapa bisa terjadi sebuah pertemuan? Karena ada dua orang, yang berjalan menuju titik yang sama. Tak ada yang cuma mencari, sedang yang lain hanya duduk saja menunggu. Keduanya mesti bergerak. Sama-sama mengayun langkah. Untuk kemudian berhenti di garis yang sama. Yang bersinggungan. Seperti kita, kuharap, pada suatu ketika.]

    nih kalimat keren abis yah, jadi musti saling bergerak, entah ke arah mana pokoknya bergerak, yg namanya bergerak otomatis sering bersinggungan dengan lawan yg bergerak juga.

    so, apa yg harus digerakan, hehehe, bijaknya mah, jgn salah bergerak, karena ndak sedikit orang yg salah langkah dan bertemu dengan lawan yg salah :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s