Lelaki Seorang

Wahai lelaki bermata sendu yang selalu mendendangkan lagu di penghujung hari Rabu. Bisakah kau palingkan sedikit saja wajahmu dari gitar kesayanganmu? Tak perlu menatapku utuh, angkat sedikit wajahmu agar bisa ku potret utuh wajahmu.

 

Wahai lelaki yang suka berdiam diri menghabiskan hari sendiri. Bolehkah aku menemanimu sekali waktu? Mungkin di hari Minggu, saat kau selalu memakai topi biru. Aku suka melihat wajahmu dibawah topi itu.

 

Wahai lelaki pemuja bintang. Aku bahkan masih menatapmu di kala mentari telah hilang. Aku termenung seorang berharap mata kita bertemu pandang. Agar aku bisa menghampirimu datang. Mengatakan bahwa aku sepertinya terlanjur sayang.

3 thoughts on “Lelaki Seorang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s