Boneka Hello Kitty Berkepala Besar

Jangan kasih saya boneka. Tampang sangar kayak saya gak cocok diberi boneka. Perihal ini sudah diinget sama temen-temen saya, hingga saat saya ultah gak ada yang mengadokan saya sebuah boneka.

Saya suka melihat boneka. Udah liat doank. Gak pengen punya gak pengen beli gak pengen dikasih. Rasanya kok ya rancu aja saya dikasih boneka. Terkesan sok imut menggemaskan gitu. Ya gimana gak, judes kayak nenek sihir kok iya mau boneka.

 

Lalu, tetiba sebuah sms masuk.

“Aku ngeliat boneka kelinci. Lucu. Aku beli buat kamu yak?”

Begitu baca sms tersebut kontan saya berteriak. Setelah menjadi pusat perhatian karena kaget di muka umum saya langsung membalas sms tersebut.

“GAAAAAAAAAAAAAAAAK. JANGAAAAAAAAN. GAK USAH”

Siyalnya, saya terlambat membaca sms tersebut hingga terlambat juga membalasnya hingga si pengirim sms udah keburu membayar boneka kelinci itu di kasir.

Naas.

 

Beberapa hari kemudian. Boneka itu belum juga diberikan ke saya lalu sebuah sms masuk lagi.

“Boneka kelinci kamu diminta sama anak temenku. Dia gak mau yang Hello Kitty. Kamu ngalah yak? Kamu yang Hello Kitty aja yak? Dia aku kasih kelinci”

Dasar bocah siyalaaaaaaaaaan.
aku mending dapet boneka kelinci ketimbang boneka hello kitty. Kembalikan boneka kelincikuuuuuuuuu *meratap*

 

Suatu hari pada hari Sabtu.

“Nih bonekanya.”

Saya menatap nanar tas besar yang konon berisi boneka Hello Kitty. Mencegah dengan brutal boneka itu keluar dari sebuah tas. Saya memintanya tetap berada di tas sampai saya berada di kamar kostan dan meletakkannya di lemari.

 

 

 

 

 

 

Selama kurang lebih tiga bulan. Boneka itu tergeletak di sudut lemari. Menoleh ketika saya hendak mengambil baju. Boneka itu berkepala besar. Angkuh sekali. Seangkuh sikap saya yang menyanjung diri terlalu tinggi. Seangkuh pemberinya yang sungguh berani memberikan saya cintanya yang besar sekaligus boneka hello kitty berkepala besar.

 

Boneka hello kitty berkepala besar. Besar kepala. Mungkin memang udah jodoh saya mendapatkan boneka hello kitty alih-alih boneka kelinci yang katanya lucu.

Boneka Hello Kitty. Sebentar lagi saya akan kembali ke Aceh. Saya menimang-nimang si kepala besar itu. Bingung hendak meletakkannya dimana agar dia bisa saya ikut sertakan pulang bersama saya ke kampung halaman saya.

 

Tadi malam. Boneka itu tidur bersama saya. Saya tau. Kalau ada yang melihat saya, pasti mereka akan menertawakan hal itu. Jangankan melihat saya tertidur dengan boneka. Saya dapet boneka aja udah ditertawakan sama temen-temen saya. Tapi sudahlah. Ini boneka pertama dan terakhir (saya harap) yang saya terima dari lelaki. Karena saya berharap pemberinya menjadi yang terakhir sebagai orang yang saya terima cintanya. Karena saya berharap beikutnya si pemberi boneka hello kitty ini memberikan saya berlian, kalung mutiara dan cincin bermata zamrud.

*nunggu mahar terkumpul sampai 20 mayam*

Advertisements

3 thoughts on “Boneka Hello Kitty Berkepala Besar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s