Cinta yang Banyak

Cintai saya lebih banyak daripada saya cinta kamu.

“Cukup dengan lelaki yang benar-benar cinta sama kamu saja,” Ucap perempuan paruh baya dengan guratan-guratan cerita hidup menghiasi wajahnya yang tak lagi muda.

Kala itu saya benar-benar belum paham soal cecintaan. Yang saya tau, cinta gak perlu ada sama saya. Tapi wejangan perempuan itu hingga kini masih melekat pada saya.

“Menikah dengan lelaki yang amat mencintai saya itu adalah pilihan paling tepat yang pernah saya pilih. Lalu, lihat aja, sekarang bahkan saya bisa mencintainya, meski perlu waktu 5 tahun sejak pernikahan kami,” kali ini Ibu 3 anak yang berbicara.

Saya senyum. Mencatat dalam hati. Eh.. emang saya punya hati-kah?

Pernah menonton pilem bertajuk “If Only”? saya punya pertanyaan untuk kamu.

Itu si Jennifer Love Hewitt badannya kurus banget kan yak? Bener-bener kurus kan, yak? Kok bisa ya dadanya besar gitu? *ceritanya takjubbintiiri*

Abaikan pertanyaan tersebut. Mari balik ke pilem If Only yang sebenarnya rada absurd ceritanya. Tapi di situ saya menemukan sebuah kalimat menarik yang tertera di buku hariannya si Jennifer yang berperan sebagai Samantha itu:

They say there’s always someone in a relationship who loves more. Oh God, I wish it wasn’t me.

Another reason for loved than love, right?

 

Otak di kepala saya terus menerus terjejal perihal menerima cinta yang banyak. Sejak masih berseragam abu-abu hingga sampai saat nonton pilem If Only awal tahun lalu.

Lantas sebuah kalimat yang saya lupa baca dari mana tapi saya simpen baik-baik di hape saya menyebutkan kalau:

Jika ingin bahagia, dikatakan “cintailah sedikit, mengertilah banyak”. Kalimat itu berlaku untuk para wanita.

Dan untuk pria berlaku “cintailah banyak, jangan berusaha mengerti wanita (karena wanita memang sulit dipahami)”.

 

Setelah semua hal yang saya lihat soal cecintaan orang-orang, lalu saya rasakan sendiri cecintaan versi saya yang banyak amat rusaknya, maka saya memutuskan mengambil kata bijak yang ini saja:

Wanita yang bijak adalah wanita yang jatuh cinta dengan pria yang terlebih dahulu jatuh cinta kepadanya…

 

Baiklah, sekian dan terima gaji😐

Maka setelah kamu berhasil mencintai saya dengan banyak, biarkan saya perlahan mencintai kamu. Tapi maaf, saya gak bisa memberikan cinta yang terlalu banyak tapi yang pasti cinta saya hanya untuk kamu.

 

4 thoughts on “Cinta yang Banyak

  1. *curhat* hiks,aku tergolong perempuan yg bisa memberikan lebih banyak.kalo aku diberi 1 aku akan mengembalikan 100,tentunya cinta ga bisa dihitung dgn angka.tp begitulah adanya.
    beberapa kali aku diingatkan untuk tidak memberikan hati dan cintaku sebanyak-banyaknya, biarkan lelaki yg mencintaiku lebih banyak,gimana gimana gimana???gimana caranya????

    1. hemm..
      itu pilihan kan ya,
      kalau kamu nyaman dengan cara mencintaimu yang seperti itu ya udah jalani aja.
      cinta itu gak mutlak, sayang.
      gak ketika kamu melihat cara orang lain mencintai berbeda dengan cara kamu mencintai pasangan kamu, berarti orang lain atau kamu yang salah.
      gak ada cara yang standar dalam cinta. semua orang bebas mencinta dengan cara masing-masing.

      maka, ketika kamu nyaman memberikan cinta yang banyak kepada pasangan kamu, ya udah. lakukan saja.
      tapi untuk saya, saya nyaman dengan cara saya🙂
      #saya pasti kesambet inih😐

  2. hiiihiiihiii intan salah makan kali ya? hiihii iya,suka kalo dipikir-pikir malah jadi kaya kesrimpet kain jalannya. tp skr jd rada hati-hati🙂 uhuy makasih jeung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s