Dibangunin si Big Boss

Menurut janji si bos, semalam tuh lemburnya ampe jam 10 aja. Eh jam 11 masih juga di kantor. Dan gitu saya ngeliat pemandangan di luar jendela beuh… saya menemukan pemandangan khas Jakarta banget deh.

Gedung-gedung tinggi berebutan memercikkan kilau lampu menggantikan kerlipan bintang di langit yang memang susah banget ditemui di langit Jakarta. Papan billboard menyemarakkan suasana malam, lalu cahaya lampu dari kendaraan jalan raya ikut serta ambil peran. Keren. onion-emoticons-set-6-7

Setelah puas menikmati pemandangan itu saya kembali berkutat dengan laptop onion-emoticons-set-3-31. Mata mulai perih dan ngantuk, badan pegel disertai masuk angin. Bahkan setelah suhu AC saya besarkan badan saya yang kurus ini tetap masih kedinginan. Sumpah. Ini bukan situasi lembur yang keren teman onion-emoticons-set-3-45

 

Setelah jam bergerak meninggalkan angka 11 saya mulai pasrah saja. Mau pulang shubuh-pun udah ikhlas aja onion-emoticons-set-3-12. Ceritanya ini lembur karena mau ngejar terbitnya laporan siap jadi besok harinya. Jadinya malam itu tugas Auditor beralih menjadi Editor. Memeriksa setiap kalimat rancu atau typo sana-sini. Dengan mata yang gak kuat lagi dan punggung yang sakit, menemukan kesalahan ketik bagai mencari jarum di jerami, mameeeeeeeeeen. onion-emoticons-set-3-50

Selesai. Tinggal tunggu di print. Setelah di print MASIH ADA SALAH LAGI, JENDRAL!!! onion-emoticons-set-3-75

 

Singkat cerita. Kami (5 orang korban lembur) keluar dari kantor jam 12 lewat. Begitu sampai ke pinggir jalan raya saya merasa takjub. Jakarta bisa sepi juga ternyata. Ya iyalah. Udah tengah malam gitu loh.

 

Jam 12.30 akhirnya saya berhasil membuka pintu kamar kostan. Bahkan tanpa cuci muka sebelum tidur saya langsung membantingkan tubuh saya di atas kasur. Alhamdulillah, kostan saya kali ini ada kasur empuknya. Jadinya pas tidur nyamaaaaaaan, mamaaaaaaak onion-emoticons-set-3-65

#terharu

 

 

Pagi tiba. Usai shalat shubuh maha telah saya kembali tidur.

Jam 8.12 si bos telepon saya.

Saya: Halo (setelah sebelumnya berusaha menyetel suara agar gak ketauan banget baru bangunnya.

Bos: Masih ngantuk, Tan?

Saya: Iya, pak (lalu saya nyengir)

Bos: Ada rencana ngantor?

Saya: Ada, Pak.

Bos: ya sudah bangun kalau gitu.

 

Jreeeeeeeeeeeeeeeeng.. ya. Pagi ini untuk ke kantor saya dibangunin sama si Big Boss.

Setelah itu sambil senyum lucu saya ambil handuk dan memaksakan diri untuk benar-benar bangun.

Sampai di kantor. Beuh…

Maaf ya kalau hari ini saya kalem dan memasang wajah stand by (jutek) saya. Maklum. Saya gak sedang dalam kondisi fit lahir batin hari ini onion-emoticons-set-3-68

#tetiba ngidam bantal

6 thoughts on “Dibangunin si Big Boss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s