Uji Kelayakan Cinta

Disadari atau tidak. Disengaja atau tidak. Perempuan kerap menguji pasangannya dengan alasan pembuktian cinta. Mungkin saya salah satunya. Tanpa saya sadari.

Alasan paling mungkin ya itu tadi, ingin membuktikan apakah lelakinya sungguh tulus hati mencintainya. Apakah lelakinya mau berkorban untuknya. Ya.. hal-hal semacam itulah. Karena perempuan itu sering meragu.

Suatu ketika, seorang teman lelaki pernah berkata pada saya kalau lelaki meskipun ia sabar akan jengah juga bila terus-terusan di test. Karena setelah lulus satu test ada test berikutnya. Berikutnya. Berikutnya dan sampe kiamat mungkin. Lelaki diharuskan untuk lulus setiap test. Dan setiap lelaki lulus si perempuan makin menggila membuat test berikutnya. Perempuan gak ada puasnya.

Terus menerus gak dipercaya membuat lelaki lebih baik menyerah. Terus menerus di test membuat lelaki jengah. Belum lagi testnya itu malah berkali-kali lipat lebih susah dari pada test SPMB (Okeh, saya gak tau sekarang namanya apa untuk menyebut test masuk perguruan tinggi negeri). Bila test untuk masuk perguruan tinggi ada pilihan gandanya yang mana ada satu jawaban yang benar dari 5 jawaban yang tersedia (atau empat yak?), sedangkan test uji cinta ini tanpa pilihan ganda kalaupun pilihan ganda, jawabannya kadang kala bisa salah semua, maksudnya gak ada satupun jawaban yang benar dari jawaban yang tersedia.

Beuh.. rumit.

Nah, pernah gak sih kamu memberikan ujian kelayakan cinta? Atau malah menjadi peserta testnya?

 

Advertisements

4 thoughts on “Uji Kelayakan Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s