Andai Bisa Mengatur Cinta

Andai bisa dua hati itu bersatu tanpa perlu hati ketiga merasa sakit

Seorang teman pernah menceritakan bagaimana ada seorang perempuan lain yang amat sangat mencintai pacarnya. Dan si perempuan tersebut selalu hadir saat hubungan teman saya dan si pacar renggang. Mencurahkan perhatian, memberikan semangat dan apapunlah namanya agar si pacarnya temen saya ini bisa kembali menjadi lelaki penuh semangat.

Lalu, ketika hubungan si teman dan pacarnya kembali membaik. Mau tidak mau perempuan lain tersebut harus mundur teratur. Karena toh cinta perempuan itu hanya sepihak. Cinta temen saya dan pacarnya menggunakan kata saling.

Andai bisa kita mengatur cinta, mungkin kita akan memilih cinta kita dan pasangan kita bersatu tanpa perlu ada orang lain yang makan hati. Tapi lalu ada statement yang mengatakan cinta tak pernah salah. Maka itu berarti cinta bisa hadir di mana saja dan kapan saja tanpa pandang siapakah yang bakal terserang virusnya.

Andai bisa kita mengatur cinta, mungkin kita bisa menghindari kita terlibat cinta dari orang yang sudah memiliki cinta dengan orang lain. Andai kita bisa mengatur cinta, mungkin kita akan menghindari menyakiti hati orang lain demi kebahagian kita. Andai kita bisa mengatur cinta, mungkin kita bisa membuat hati orang gak semena-mena mencintai kita. Andai kita bisa mengatur cinta, kita harusnya bisa gak menyakiti siapapun dalam cerita cinta kita.

Namun, nyatanya tidak.

5 thoughts on “Andai Bisa Mengatur Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s