Komentar Pembaca

Ini merupakan percakapan antara teman saya dan adiknya,

Adik temen: Kak, Kak Intan udah pacaran ya sekarang?

Temen: Iya. Kenapa?

Adik temen: Gak apa sih. Cuma gak enak lagi sekarang baca blog Kak Intan.

 

Saat saya kembali menyandang gelar single, temen saya memberitahukan percakapan itu kepada saya. Sempat membuat saya galau. Karena:

  1. Huaaa… saya kehilangan satu penggemar nih onion-emoticons-set-6-10
  2. Beuh.. berarti ketika saya punya pacar saya telah menjadi pribadi yang berubah. Menjadi Intan yang gak asyik lagi onion-emoticons-set-6-122

Sebenarnya sih bisa saya abaikan saja pernyataan adiknya temen saya itu, tapi nyatanya tidak, ketika saya kembali mengingat. Beberapa bulan lalu, ada dua orang perempuan yang mana hubungan kami hanyalah sebatas temen Facebook. Mereka keduanya suka baca blog saya. Tapi dengan bersamaan mereka berpendapat, kalau belakangan (sejak saya baru jadian dulu) mereka gak tertarik dengan tulisan terbaru saya. mereka lebih suka tulisan lama saya. tapi lalu mereka menghibur saya dengan mengatakan, “aah.. tapi ini cuma masalah selera aja ya. Ini Cuma selera saya aja” gitulah kira-kira mereka berkomentar.

 

Mikir…

Hem..

Ternyata tulisan menye-menye saya menyebalkan yak?

Lalu saya galau onion-emoticons-set-6-18

Susah makan susah tidur.

 

Tetiba kemarin tepatnya saya menyadari satu hal.

Gak ada yang salah sama status saya yang dulunya berpacaran atau single. Gak ada masalah dengan siapa pacar saya. Itu harusnya gak menjadi masalah. Karena apa? Hellooh.. ini blog. Blog pribadi. Bukan buku yang terkadang isi tulisannya harus mengikuti selera pasar. Dan ini blog. Judulnya, Kura-Kura Hitam dengan tagline, Intan dan jejak langkahnya di Bumi. Maka semua tulisan saya berupa jejak-jejak langkah hidup saya di bumi. Baik yang saat saya masih single, ataupun kelak nanti menikah. Baik tentang kesedihan saya maupun kesenangan saya. karena ini merupakan cerita hidup saya.

Pembaca tentu bisa bijak memilih mau membaca tulisan seperti apa. Saya gak bisa memaksa meskipun saya juga galau kalau saya kehilangan fans saya yang jumlahnya tak seberapamana itu😦. Karena sejujurnya saya selalu senang ketika saya mendapat laporan, “aku baca blogmu loh

Sumpeeeee.

Rasanya tuh kaya ngebelah atmosfer berlapis-lapis, meluncur bareng paus akrobatik, terus ngebut menuju rasi bintang pallllliiiiiiiiing manis ..

Lalu soal saya yang menye-menye saat lagi pacaran yah, itu kan karena faktor suasana hati saya. Hidup ini berproses. Blog saya bukti nyata proses hidup saya. Setiap kisah punya kenangan sendiri. Dan saya gak berniat menghapus setiap kisah yang telah membentuk jejak nyata di rumah Kura-Kura Hitam ini pun ada yang nyelekit onion-emoticons-set-6-62

Kelak akan ada lagi tulisan gila saya, tulisan sedih saya, tulisan geje saya, atau tulisan penuh rona kebahagian terpancar. Karena apa? Karena saya hanya ingin menulis dengan kejujuran onion-emoticons-set-6-50

 

Buat adik temen saya, ya kamu. Kalau kamu sedang baca. Kakak ucapkan terima kasih karena sudah sudi membaca blog kakak. Sumpe… kakak senang punya orang yang mau membaca tulisan-tulisan geje di sini. Karena sesungguhnya, apalah arti seorang penulis (amatir) tanpa pembaca onion-emoticons-set-6-142

Buat komentar kamu. Sumpee… (banyak sumpe nih) kakak sempat galau. Tapi lalu sudahlah… setiap orang punya selera berbeda.

Aaaaaaah… kangen Banda Aceh…onion-emoticons-set-6-125

#antiklimaks gak nyambung

 

One thought on “Komentar Pembaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s