Galau Jelang Tidur

Benar-benar iri yang saya rasakan kala mengetahui pacar temen saya mau berubah menjadi lebih baik karena temen saya ini.

Singkatnya kehadiran teman saya dalam hidupnya si pacar temen, mampu membulatkan tekadnya untuk menjadi lebih baik. Untuk mau berubah. Untuk akhirnya merasa pantas mendampingi teman saya. yaa.. berubah ke arah lebih baik. Keren kan?

Keren donk. Saya iri. Beneran. Selama ini saya belum nemu tuh orang yang akhirnya menjalani hidup lebih baik karena saya. Entah karena saya yang membimbingnya ataupun karena dia ingin menjadi pantas untuk saya. Gak. Saya gak nemu yang demikian adanya.

 

Saya cuma…

Beuh.. kok pengen nangis ya saya sekarang?

 

Okeh. Saya iri. Karena akhirnya berapapun banyak lelaki yang mendekati saya mereka gak pernah menjadikan saya sebagai suatu hal yang mampu membuat mereka terpacu untuk melakukan sesuatu. Gak ada. Mereka suka sama saya. Ya udah gitu aja. Mereka terobsesi sama saya. Ya udah gitu aja. Saya gak menjadi orang yang mampu membuat mereka bersemangat dalam melakukan sesuatu. Ngerti maksud saya?

Okeh. Kalau gak ngerti abaikan.

Lantas ketika temen saya menjadi seseorang yang bisa menjadi begitu special bagi pacarnya saya cuma bisa ngiri dan bilang untuk terus bertahan sama orang seperti itu. Karena orang yang mampu menjadikan kita alasan untuk hidupnya adalah orang yang memang benar-benar pantas mendampingi kita.

Helloh.. perempuan gitu loh. Apalagi sih yang dicari dari seorang lelaki selain dicintai lebih  dan lebih banyak. Dan ketika kita menjadi alas an baginya untuk melakukan sesuatu, saya rasa itu sudah cukup menunjukkan betapa kita begitu penting baginya (orang yang mencintai kita).

 

Jadi, ketika saya memberi nasihat ke temen, “seburuk apapun masa lalu seseorang tetaplah masa depannya masih suci (Mario Teguh), dan ketika dia mau berubah karena kita itu adalah sesuatu yang luar biasa. Karena itu artinya dia mencintai kita dengan banyak”

Lalu ketika kalimat itu terasa pantas untuk saya, serta merta saya menolak memakai nasihat itu untuk saya gunakan kembali. Karena apa? Entahlah.. mungkin karena saya masih menganggap kisah cinta orang lain itu selalu keren dan pantas untuk mereka. Sedangkan untuk saya? nanti kita pikirkan lagi. Selamat malam. Sekian dan terima kasih.

 

Saya mau tidur dan beneran nangis sekarang.

Advertisements

5 thoughts on “Galau Jelang Tidur

  1. Berubah jangan karena manusia atuh, manusia bisa mengecewakan suatu hari nanti dan ujung-ujungnya akan kembali ke masa yang ‘buruk’ dulu. Berubah tuh sebaiknya karena yang di situ tuh *nunjuk di atas* #digetokTuhan :))

    1. Hehehehehe..
      iya juga ya, berubah karena orang lain itu kok ya rasanya gak permanen.
      tapi tentu aja, kalau ada orang yang mau berubah karena kita itu rasanya sesuatu loh, Yom 🙂

      1. iyaa, setuju,, mulai sekarang kita persiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi bagi pasangan terbaik yang Tuhan kasi buat kita \(^__^)/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s