Perkara Sesederhana Shampoo

Saya kitari rak bermacam-macam shampoo berulang kali. Liat keatas, lirik ke bawah. Nengok kanan liat kiri. Jongkok, berdiri. Mumeeeeeeet…

Saya belum jua bisa nentukan shampoo apa yang bakal saya ambil, masukkan ke keranjang lalu bayar ke kasir. Kebingungan ini mengingatkan saya pada adik perempuan saya yang gendut tapi kok ya begitu saya kangenin sekarang.

Ingatan saya masih begitu lekat, ketika beberapa minggu sebelum berangkat ke Jakarta ini, Lia-adik perempuan saya- ngedumel sendiri.

 

“Kenapa sih, kak shampoo perempuan itu banyak kali pilihannya. Coba liat shampoo untuk anak laki. Cuman satu tapi bisa ngatasi semua masalah. Satu shampoo udah untuk ngatasi ketombe, rambut rapuh, rontok, kusam. Tapi coba liat shampoo untuk perempuan, shampoo anti ketombe pisah sama shampoo untuk rambut rontok. Yang untuk mengilaukan rambut pisah sama untuk melembutkan.” Omel Lia panjang lebar di kala saya sedang membaca novel berjudul 2

 

Saya gak tau mau mengomentari apa. Hem.. bukan gak tau sih. Tapi males. Karena sesungguhnya saya gak pernah percaya sama produk iklan TV apalagi shampoo, gak mungkin banget hanya dengan make shampoo rambut kita bakal terlihat lebat, hitam dan kemilau. Saya lebih percaya dengan resep tradisional untuk urusan ginian, ketimbang sibuk membeli semua produk atau menghabiskan gaji saya yang gak seberapa mana itu untuk ke salon.

 

“Lia pake shampoo untuk anti ketombe emang ilang sih ketombenya, tapi rambut rontoknya banyak. Kalau pake shampoo mengurangi rambut rontok kepala lia gatal-gatal” adik saya masih lanjut ngomel-ngomel.

 

“Gak usah terlalu sibuk sama shampoo. Shampoo itu mana ada yang bener kali. Rambut kita udah dicuci bersih dan wangi aja udah syukur. Jangan percaya kali lah khasiat shampoo. Kalau mau bener-bener ngerawat rambut ya pake cara tradisional aja.”

 

Ingatan saya tentang percakapan dengan sang adik terbuyarkan oleh sms yang masuk ke hape saya. Dari temen saya yang nyuruh saya agar cepet belanjanya. Gak mau melanjutkan bingung saya ambil saja sebuah botol shampoo berwarna kuning ukuran sedang. Entah khasiatnya untuk apa. Yang saya tau aromanya harum. Ya.. beginilah kalau selama 23 tahun hidup selalu memakai shampoo nebeng. Waktu kecil selalu nebeng shampoo-nya kakak sepupu yang tinggal sama kami. Udah remaja ikut aja shampoo yang Mamak beli. Biasanya shampoo kesehatan gitu. Semenjak Lia beranjak gede saya selalu nebeng shampoo-nya dia, meskipun kadang belinya pake uang saya juga. Kali ini hidup sendiri membuat saya bingung mau beli shampoo apa.

 

Beuh.. Cuma perkara shampoo saja.

Ohyak, ada satu cerita yang membuktikan gimana gak pedulinya saya sama dunia shampoo. Ini dia.

 

Ps: minyak brok (minyak kelapa busuk) sering dipakai oleh orang-orang Aceh yang tinggal di kampong untuk membuat rambutnya hitam, lebat dan berkilau. Sumpah. Minyak ini memang ampuh bener merawat rambut. Tapi ya itu deh, sesuai namanya brok (jelek/busuk), minyak ini baunya kebangetan deh. Saran saya sih, kalau nanti kamu punya anak, pakaikan minyak ini sedari kecil. Ya, mumpung masih kecil belum bisa protest oh nanti ketika dia dewasa dia akan sangat berterima kasih telah kita pakaikan minyak ini sewaktu dia masih kecil. Seperti salah seorang sahabat saya, yang berterima kasih sama neneknya telah merawat rambutnya dengan minyak brok meskipun ditentang oleh Ibunya. Sekarang, rambutnya pantas untuk dijadikan bintang iklan shampoo. Rambut Asmirandah kalah deh.

 

 

6 thoughts on “Perkara Sesederhana Shampoo

  1. minyak brok yah???? eh… tulisan bahasa Aceh bener nggak yah brok tuh??? duh aku inget tuh… ampun baunya… tapi hasilnya rambut tuh wih…. kayak rambut di iklan shampoo deh… jadi kangen Aceh😦😦 *nangis sengugukan*

    btw, Intan, ngambil gambar buat artikelnya dimana sih… keren-keren… aku mau….🙂

    1. kayaknya bukan gtu tulisannya. huruf o-nya pake titik dua diatas.

      kamu pernah coba? huaaaaaa.. emang sesuatu deh itu minyak :))

      gambar apa nih, Put? gambar emot atau gambar artikelnya?
      kalau emot aku ambil di http://www.kenny.my
      kalau gambar yang dijadikan artikel aku ambilnya ngasal aja di mbah gugel. aku suka nyari2 gambar sih emang. jadi itu browsing secara acak😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s