Manusia Setengah ‘Setan’

Sebenarnya hari itu aku menyebutmu Manusia Setengah ‘Malaikat’

Saya butuh teman. Untuk membuat saya tenang dan tidak galau tak punya kerjaan di kostan. Terpilihlah satu nama yang saya minta agar ia bisa menemani saya. Dia setuju.

Akibat statusnya dulu di Facebook yang ngaku-ngaku sebagai malaikat dan saya yang ngebaca amat sangat tidak setuju, tetiba pikiran untuk menyebutnya ‘setan’ itu berasa lebih pas *ditendang*. Bukan apa-apa, abisnya dia itu selalu aja suka nyesatin perempuan lugu nan cantik kayak saya ini. Kalaupun cerita-cerita sama dia, hanya setengah bagian awalnya aja deh, kita berasa kayak ngomong sama manusia, setengahnya lagi siap-siap aja berasa kayak ditendang ke neraka. Beuh…

Saya menyebutnya manusia setengah setan. Dalam hati sih. Takut dianya marah dan gak mau temenin lalu memilih pergi ke hutan belok ke pantai. Jalan sama dia membuat saya galau juga sih dikit. Gimana gak, kayaknya acara jalan-jalan sama dia itu pernah saya idam-idamkan untuk saya lakukan sama mantan pacar saya. Setelah sekian bulan LDR dan kini deket kok ya, saya pengen gitu jalan-jalan ama pacar ala Jakarta. Ke mall, nonton, makan, gandengan tangan. *tetiba muka berubah kayak keset kaki*

Lalu… hal itu tak sempat terjadi. *lari ke hutan belok ke pantai ditelan hiu*

Ada ragam perasaan yang muncul kemarin itu ketika saya jalan sama manusia setengah setan itu, saya merasa sedikit nyelekit karena hal ini saya lakukan untuk pertama kalinya malah sama dia. Bukan gak menghargai dia sih, hanya saja kan seperti saya bilang, saya pengen banget ngelakuinnya sama pacar.

Lalu.. tetiba.. ketika kami sedang nonton ada adegan pilem nyang mana backsoundnya memperdengarkan suara Dewi Lestari dalam lagu

Malaikat Juga Tau.
Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan

Jleb. Tetiba otak saya membisikkan sesuatu. Saya bukan tengah ditemani oleh manusia setengah ‘setan’, melainkan manusia setengah ‘malaikat’.

Beberapa jam kemudian di terminal Pulo Gadung.

Ah… ‘setan’ memang gak bisa lama-lama jadi ‘malaikat’

Ps: kata ‘setan’ dan ‘malaikat’ yang memakai tanda kutip menandakan kalau ini hanya pemilihan kata yang hiperbolis. Ini bukan arti sebenarnya. Bukan benar-benar setan maupun malaikat.
Pss: soal lirik yang tak rupawan itu bukan ke fisik yah, melainkan ke sifat usilnya😐

One thought on “Manusia Setengah ‘Setan’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s