Melepaskanmu

Dan akhirnya jodoh kita berakhir saat ini.

 

Saya pikir mempertahankan sebuah hubungan itu adalah sebuah keharusan ketika kita sudah memutuskan untuk berkomitmen. Makanya, setiap kali pertengkaran terjadi maka saya maju untuk meminta maaf. Yaah.. kesalahannya saya juga sih yang perbuat.

Menjadi menyebalkan merupakan kesalahan. Dan saya menyebalkan. Maksud hati ingin becandaan ngambek ujung-ujungnya memicu pertengkaran. Dan kala hal ini terus berulang, gak bisa disalahkan bila rasa bosan itu hadir. Sayangnya, saya malah tipikal yang bosan kalau setiap harinya manis dan baik-baik aja selalu. Kadang saya ingin ada masalah yang timbul agar tau apakah sebuah komitmen bisa menghalau masalah dan mempertahankan hubungan. Yah.. gak semua yang  saya anggap baik menjadi baik juga menurut orang lain.

Tetiba kisah saya ini membuat saya teringat sama pilem korea. Nyang ceritanya biasanya gimana cara kita mempertahankan cinta dan orang yang kita sayang semampu kita bisa. Karena nanti alam pun mendukung dan cinta menjadi satu kembali. Okeh saya lebay? Memang.

Tapi saya lupa. Saya lupa saya mengambil peran sebagai apa di serial korea yang panjangnya amaaaaat sekali itu. Saya ini hanyalah cinta lama yang sedang berjuang sekuat tenaga mempertahankan orang yang saya cinta. Saya bukan lagi tokoh utama. Cinta saya telah menemukan cinta baru. Cinta baru ini mencintai cinta saya. Saya? Saya hanya tokoh penghambat. Ya saya lupa kalau ini adalah saatnya saya menyerah.

Tidak ada dukungan. Karena yang salah adalah saya. Dan saya terus menerus dianggap penghambat dua insan mabuk cinta. Padahal saya tau rasanya gimana jatuh cinta itu. Padahal saya tau betapa saat jatuh cinta kita tak ingin diganggu orang lain. Maka, dengan ini saya katakan, maafkanlah saya yang sudah menjadi penghambat. Maafkan saya karena saya belum sanggup melepaskan. Maafkan saya karena mungkin saya membuat hati seorang gadis lain galau. Maafkan saya. Maafkan saya yang egois ingin tetap membuat dia bersama saya.

 

Me: Aku akan melepaskan kamu. Aku akan membiarkan kamu jatuh cinta sama orang lain.

 

Ini tanggal 1 maret. Saya hembuskan nafas saya. Kini saatnya saya ikhlas. Membiarkan orang yang pernah saya sayang menyanyangi orang lain. Gampang? Siapa bilang? Saya harus bermuram durja berhari-hari. Bisa dibilang inilah hari terkuat saya untuk melepaskan. Inilah hari tanpa air mata dan muka manyun. Karena setidaknya, di hari saya patah hati saya gajian. Hehehe…

 

Jodoh itu bukan untuk dipaksakan. Biarlah ia tetap berupa keajaiban yang Tuhan berikan di hidup kita.

 

 

 

 

Advertisements

8 thoughts on “Melepaskanmu

  1. saya juga sebulan mencoba mempertahankan kekasih saya yang sangat mencintai pekerjaannya dan dia menganggap saya hanyalah hambatan untuk pekerjaannya itu. akhirnya setelah capek mempertahankan saya mengikhlaskan untuk melepasnya, awalnya berat, tapi pas udah di ujung tanduk gitu, saya mikir lagi, saya akan lebih sakit mempertahankan dia dibanding melepaskannya, akhirnya saya ikhlas, galau? jangan ditanya, sangat galau, tapi sekarang saya ternyata masih hidup 🙂

  2. yah.. saya tau saya gak bakal mati karena ini. tapi bneran, galau itu mengganggu banget.
    ya.. semoga saya cepat bsa kembali ke dunia saya yang damai 🙂

    makasih udah sharing, honey 🙂

  3. “Jodoh itu bukan untuk dipaksakan. Biarlah ia tetap berupa keajaiban yang Tuhan berikan di hidup kita.”

    ngena banget…. ayo Intan seperti kata pepatah “mati satu tumbuh seribu, lepas atu cari lagi…” 😀 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s