Bicara Ganja

Sejak saya nginjak kaki di tanah Ibukota, setiap kali ada yang tau saya berasal dari Aceh maka pertanyaan tentang: 1. Tsunami, 2. GAM, 3. Ganja, tak luput dari telinga saya. Ajaibnya, urutannya sama persis.

Yaah.. saya ini kan bukan tipe orang yang terlalu ramah plus doyan basa-basi, apalagi saya paling males mengulangi hal yang sama. Jadi ketika mendapat pertanyaan itu untuk ke sekian kalinya, aih… saya mendongkol dalam hati. Gak saya cuekin juga sih si penanya, soalnya selain beliau-beliau itu klien kami (kantor KAP) yang sudah bapak-bapak jadi saya harus bersikap sopan layaknya sama orang yang lebih tua, juga karena yang bertanya kok ya antusias banget.

 

Untuk poin 1 & 2, maaf harus mengecewakan. Saya gak pernah menjadi korban langsung Tsunami maupun GAM. Karena apa? Alhamdulillah, wilayah tempat tinggal saya aman dari terjangan tsunami dan serangan peluru konflik. Saya pernah nulis tentang GAM disini.

 

Bayi yang lahir pas tsunami itu udah berumur 7 tahun sekarang. Udah masuk SD. Jadi tau donk, kalau sebenarnya pertanyaan tentang tsunami itu udah basi banget sekarang. perihal soal GAM? Aih.. itu terjadi pas saya SD. Sekarang saya malah punya anak yang mau masuk SD. Kebayang juga donk udah berapa lama? (bohong soal anak)

 

Well, pertanyaan soal tsunami dan GAM bisa dibilang basi. Saat ini rakyat Aceh hidup bahagia aman dan damai. Banyak anak berprestasi, setiap hari ada yang melahirkan, harga makanan tetep paling mahal, penjual mie Aceh bertebaran di penjuru, sate matang tetep yang paling enak, Pantai Lhoknga tetep indah, Mesjid Raya masih berdiri tegak, dan panasnya tetep nauzubillah. (ini apa sih?)

 

Mari kita bahas soal ganja saja. berminat?

Pertanyaan yang muncul seputar ganja adalah:

1. Orang Aceh kalau masak pakai ganja yah, mbak?

Gak semua masakan, Pak. Hanya masakan tertentu saja. Semisal kari kambing atau masakan rendang. Supaya dagingnya cepet empuk. Dan itu juga pemakaian ganja bukan untuk masakan sehari-hari. Biasanya dipakai ganja itu ya kalau ada acara kenduri (pesta) yang masaknya dalam jumlah besar, jadi dipake-in ganja supaya dagingnya cepet empuk. Pemakaiannya juga gak banyak. Secukupnya.

Mamak saya, kalau masak rendang untuk dimakan hari-hari gak pakai ganja kok. Karena memang gak terlalu perlu.

2. Loh.. bisa teler donk kita mbak? Kalau ketagihan gimana?

Ganja itu pada dasarnya rempah loh, Pak. Emang salah satu bumbu masakan. Eh iyak, yang dipakai dijadikan bumbu itu bukannya daun ganja yah pak, melainkan biji ganja. Bijinya itu yang merupakan bumbu masakan. Ketagihan? Aih.. jangan lebay donk pak. Teler? Well, mungkin aja. Kalau si pemasak menggunakan biji ganja itu dalam jumlah banyak saya rasa pusing atau ngantuk pasti ada. Lagian, makan kangkung kebanyakan juga bisa bikin ngantuk kan, Pak?

3. Ganja itu kan haram, mbak. Berarti haram donk kita makan masakan yang pake ganja?

Soal haram atau halal saya rasa ilmu saya belum sampai situ menjelaskan. Saya takut salah menjelaskan dan saya akan menyesatkan. Tapi begini loh pak, setau saya nih ya.

Semua itu tergantung niatnya, Pak. Lagian ini yang dipakai biji ganja yak, bukan daun ganja. Catet. Niatnya juga buat menyedapkan masakan, bukan buat mabuk.

4. Itu disana, tanem ganja dibolehkan ya, mbak?

Haaa? Tanem gimana nih? Tanem besar-besaran lalu dijual untuk dijadikan obat-obatan terlarang?

Ya gak boleh donk. Tetep aja ada razianya. Tapi kalau memang mereka berhasil tanem ya itu kan selihai-lihainya mereka aja. Kalau penanaman ganja dalam area yang luas itu memang udah untuk dijadikan hal yang gak bener, Pak. Dan gak boleh donk.

 

Itulah sekelumit soal Ganja dan Aceh. Saya gak bisa terlalu membela juga sih. Soalnya emang sumber ganja paling besar itu ya di Aceh. Jujur, saya malu ketika ada yang tau saya dari Aceh langsung dikaitkan dengan ganja. Tapi apa boleh buat, begitulah adanya negeri tanah rencong saya. Ganja dan Aceh, akan selalu berkorelasi.

Advertisements

20 thoughts on “Bicara Ganja

  1. temen saya cerita katanya dulu waktu dia di aceh, dia kadang masak indomie sayurnya pake daun ganja, nggak ketagihan kok katanya, orang kayak sayur gitu, tapi nggak ngerti juga si…

    tapi saya rasa penggunaan berlebihan yang berbahaya, sedangkan untuk bumbu gitu malah bermanfaat ya?

    nggak hanya tanaman ganja sih, kalo kebanyakan pake garem aja masakan juga nggak enak toh terus malah bisa darah tinggi..

    *eh kok ke mana-mana bahasnya

    1. Lah.. kenapa saya diminta pendapatnya :((
      emangnya saya lagi talkshow yak?
      hekhekhekhek

      Yaaah.. selama ganja itu gak digunakan untuk hal yang haram saya rasa gak apa. Kan katanya ganja juga bisa dijadikan bahan bakar.
      tuh, di gambar postingan ini udah disebutkan apa aja yang bisa didapat dari ganja 🙂

      kalau pendapat kamu sendri gimana?

      1. Weleh.. malah ditanya balik, jadi Talshow beneran.. 😀
        Pendapat saya sih kalo bisa jangan dilegalkan dulu, soalnya mental org sini kalo ini legal.. pasti merajalela perdagangan ganja yang menyalahi aturan serta penggunaannya.. Yah tw sendiri, apa-apa disini tentang duit. Jangan2 yang pegen melegakan ganja itu punya ladang Ganja lg.. wkwk
        *konspirasi 😛

  2. saya sendiri kelahiran aceh (tengah) malah belum pernah ke ibukota provinsi 🙂
    perihal ganja, memang masih kontroversi, dan sayangnya pemerintah tidak membuka diri untuk melihat ganja adalah komoditi yang sebenarnya memiliki banyak manfaat, terlepas banyak orang yang menyalahgunakan.

    salam kenal,

    helvry

  3. Klu biji ganjany dibikin resep masakan buat rumh makan,itung” sbg penglaris spy masaknny lezat. Niatny sih kyk gtu.
    Ap gk mlangar Hukum tuh mbak,klu ktahuan sm Polisi?

  4. bicara ganja….,aku kangen ama datuk di birien, pa’ wa di blang pidie….

    ngelinting bareng di pos securitynya medco…. semoga dapat berkumpul lagi di next project….

  5. tenang mbak. sebelum ganja dilarang toh aceh memang sdh banyak ganja buat bumbu tapi. aceh adalah propinsi paling setia ma RI tp disia2kan. malah paling Islami menurutku. yg banyak nyimeng malah org jawa (saya jg org jawa). yg bilang ganja haram kan org2 bukan Al-Qur’an. gadung jg bikin mabuk tp ndak haram tuh. tp saya penasaran, kt sdr saya yg org medan biji ganja memang bs nambah napsu makan kl dicampur nasi.bener ya?

    1. wah, kalau ganja sebagai penambah nafsu makan saya baru tau ini loh.
      tapi mungkin bukan sebagai penambah nafsu kali ya, karena ganja itu bikin nikmat (ada efek ketagihannya) maka itulah yang buat jadi nafsu makan kali ya kalau dicampur sama nasi. karena toh yang diincer rasa ganjanya. mungkin ya..
      mungkin loh…
      CMIIW 🙂

  6. kalo emang GANJA bisa DILEGALKAN mungkin dengan cara :
    1.dari umur pemakainya .
    2.dosis memakainya .
    3.ini yang lebih penting , penjualnya harus dari anggota sipil agar tidak ada penyalahgunaan yang berlebihan .

    “gimanah menurut kalian ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s