Sebulan Sudah

Kemarin, 13 Februari, tepat sebulan saya berada di Jakarta. Belum bisa dikatakan betah, hanya saja saya sudah mulai terbiasa.

Ditengah-tengah mulai terbiasannya saya dengan macetnya Jakarta, dengan susahnya nyari makanan yang ‘aman’, dengan perjuangan rebutan napak di trotoar dengan pengendara motor, dengan pengamen yang kian aneh, dengan ‘preman’ yang bikin jantung berdetak lebih cepat (tapi bukan karena jatuh cinta), tetiba kemarin saya dapati diri saya homesick

Terutama saya kangen Mami…

Malamnya saya gak bisa tidur setelah terbangun pada pukul 1.30 malam. Karena gelisah, saya putuskan untuk shalat dan mengaji. 2 jam kemudian saya paksa mata saya untuk terpejam. Tidur. Lalu efeknya setelah begadang begituh, shubuh saya entah kemana-mana

Ini perasaan kangen yang tiba-tiba dan begitu kuat, sebelumnya saya memang kangen banget sama Mami dan semua hal yang ada di Aceh tapi ini saya rasa adalah rasa yang paling banget dalam hal kangen-kangenan dalam sebulan ini.

Setibanya di kantor kemarin, saya telepon Mami untuk bercakap-cakap, telepon Papi lalu telepon Uning (kakak sepupu saya), yang gak diangkat sama beliau. Tapi sepulang kerja, saya telepon lagi dia dan kemudian saya juga sempat menelepon adik perempuan saya. Asli saya kangen. Aduuh.. beneran deh, mellow gini saya.

Saat saya bilang sama Mami saya kangen ama Mami dan pengen pulang ketemu beliau, Mami bilang, “Mami gak kenapa-kenapa di sini. Adek di sana harus kuat, belajar mandiri. Jangan ingat terus sama Mami. Mami gak apa-apa. Kerja aja yang bener. Makan yang bener. Belajar mandiri. Apalagi katanya mau ke Belanda, masa tingkat Jakarta aja udah cengeng? Pokoknya harus sabar dan kuat. Gak boleh pulang sebelum waktunya”

Well, sebulan di Jakarta. Mulai terbiasa. Beneran. Terbiasa dengan segala ketidaknyamanan yang biasanya saya dapatkan kenyamanan itu di Aceh. Terbiasa dengan segala macam perbedaan yang benar-benar harus saya akrabi. Terbiasa untuk gak ngeluh. Ya, hatinya gak lagi ngedumel kala melihat hal-hal yang menyebalkan saat pulang pergi kantor. Saya terbiasa. Tapi saya kangen keluarga saya.

Homesick.

Yaah.. wajarlah. Ini pertama kalinya saya merantau. Pertama kalinya saya lepas dari pengawasan orang tua saya selama 23 tahun saya hidup. Pertama kalinya saya benar-benar harus hidup mengandalkan kekuatan sendiri.

Saya kangen rumah. Setengah hati pengen pulang tapi setengah hati lagi ingin menyelesaikan ini sampai saatnya tiba. Hingga saya mencapai garis finish.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ini kok jadi cengeng gini yak? Tanggal 12 kemarin itu saya udah nulis juga tentang sebulannya saya di sini dan auranya itu gak cengeng kayak gini deh😐

2 thoughts on “Sebulan Sudah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s