24 Jam

Adakah orang yang kamu temui murni 24 jam sehari 7 hari seminggu tanpa berpaling sebentar saja dari pandanganmu?

Saya rasa tidak. Jarang banget, kan?

Sama keluarga aja kita ketemunya pas sarapan pagi bareng dan di malam hari saat makan malam. Siangnya masing-masing punya kegiatan. Suami istri pun gak juga ketemu 24 jam penuh.

Tapi inilah kami. 3 Bidadari terdampar di Jakarta yang asli 24 jam bertatap muka.

Ngekost bertiga dan tempat kerja di tempat yang sama, juga diruangan yang sama asli membuat kami 24 jam ketemu.

Makan bareng, kerja bareng, tidur bareng, leha-leha bareng, belanja bareng, wiken bareng, salat bareng, ngaji bareng. Okeh. Mandi yang gak bareng.

24 jam melihat sosok yang sama. bertiga ngeliat muka yang itu-itu aja, jadi gak heran kalau akhirnya jenuh melanda.

Capek di kantor, sakit badan dempet-dempetan di angkot, tidurpun bukan di kasur empuk nyaris buat fisik capek nularin emosi negatif dan akhirnya, jangan heran kalau ada aksi ngambek, perang dingin atau gencatan senjata antarsesama kami. Kami bertiga sama-sama perempuan, emosinya lebih tinggi belum lagi kalau ada yang sedang PMS. Beuh.. sabar-sabar aja lah. Banyak-banyak berdoa aja semoga gak sampe perang dunia.

Bertiga. Jalani hari 24 jam sehari. 7 hari seminggu. Semoga bertahan.

Advertisements

One thought on “24 Jam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s