Alasan Aku Mencintaimu

Tentu saja aku mencintaimu dengan alasan. Alasan itu terus bertambah kian harinya seiring banyaknya hari yang kulalui denganmu.

Teringat komennya Dek Petro di wall post Group AntoRen, nyang mana Dek Petro mengatakan untuk mencintai seseorang gak butuh alasan. Terbaca lagi postingan Kak Anie untuk kekasih hatinya diujung timur Indonesia nyang mana tulisannya mengungkapkan mencintai lelakinya tanpa alasan. Dan kalaupun ada alasan itu, dia tak mau tau alasannya serupa apa. Cukup mencintai. Titik.

Bila saya iseng menulis postingan menye-menye lagi kayak dulu-dulu untuk orang yang saya sayangi, tentunya saya akan mengatakan kalau saya mencintai dia dengan alasan. Banyak alasan. Tentu cinta gak bisa datang gitu aja tanpa suatu hal apapun yang diperbuat.

Ada sebab ada akibat.

Ada aksi ada reaksi.

Ada gula ada semut. Eh?

Begini saja, menurut saya mencintai seseorang itu pasti ada alasannya. Mungkin karena baiknya dia, karena senyumnya, karena usilnya, karena kegemarannya menulis, karena kumisnya, karena jempol kakinya, atau apapunlah. Kalau kamu tanya saya kenapa saya menyukai seseorang (dia), ya itu karena dia telah menggelitik hidup saya dengan rasa sayang yang dia miliki. Dia mengajarkan saya bagaimana menyayangi orang lain. Dia mengajari saya menyanyangi dia. Akhirnya saya jatuh hati padanya.

Dia juga membuat saya mesem-mesem dengan berbagai tulisan dia yang dulunya selalu ditujukan untuk saya. Dia berhasil buat saya lonjak-lonjak kegirangan karena selalu membalas postingan sinis saya dengan tulisan manis darinya. Dia buat saya gak bisa sinis sama sikap manisnya. Dan, bisa dibilang itulah alasan saya menyayanginya.

Bila waktu kian berlalu dan sikapnya tak lagi serupa alasan saya menyanyanginya, tak mengapa. Tapi tetap saya gak bisa bilang saya menyukainya tanpa alasan. Saya tetap menyukai dan menyanyanginya dengan alasan. Alasanya berupa, dia yang selalu mengirimi pesan singkat di pagi hari, dia yang selalu mendengarkan keluh kesah saya, dia yang selalu bisa saya kibuli, dia yang ogah banget saya suruh diet, ya apapunlah.

Kelak saat dia tak lagi memberikan pesan singkat di pagi hari karena lupa atau jemu, tak lagi sempat mendengar keluh kesah saya karena capek, saya tetap menyukainya dengan alasan. Alasan yang mungkin kian hari kian sederhana. Mungkin akhirnya saya menicntainya dengan sepenuh hati dengan alasan saya tetap ingin memandang wajahnya ketika saya bangun tidur.

Semua yang terjadi di dunia ini selalu saja ada alasannya. Tak terjadi begitu saja. Saya meyakini hal itu.

Bila Dek Petro atau Kak Anie masih memganggap mencintai tanpa perlu alasan, saya gak bisa bantah. Tulisan saya ini bukan untuk mengubah pandangan orang-orang, hanya berupa rangkaian kalimat hasil pikiran otak saya.

Tentu saja aku mencintaimu dengan alasan. Alasan itu terus bertambah kian harinya seiring banyaknya hari yang kulalui denganmu.

Kelak, ketika habis sudah jemariku menulis ribuan alasanku untuk mencintaimu.

 Percayalalah, satu alasan yang terus ingin kuabadikan adalah aku ingin melihat wajahmu di kala aku bangun dari tidur lelapku.

Alasan aku mencintaimu.

Advertisements

5 thoughts on “Alasan Aku Mencintaimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s