Dulu, Ketika Saya Masih Seorang Perempuan

Pernah dipublikasikan di note FB saya pada 19 Juni 2010

Ketika dulu saya masih menjadi perempuan, saya sering rebutan pembalut dengan adik saya. Yaah.. jadwal menstruasi kami sering nyaris berbarengan sih. Atau ketika pembalut memang beneran habis dan saya sedang amat sangat perlu maka saya segera mengeluarkan jurus rayuan untuk menyuruh adik bungsu saya yang berjenis kelamin laki-laki untuk membeli pembalut bersayap di toko-toko terdekat di sekitar rumah saya.

Suatu ketika adik bungsuku pernah bertanya, “untuk apa yang pake sayap kak?”
“Supaya bisa terbang, jadi pas udah siap pake gak perlu repot-repot buang” jawabku.

Dulu, saat saya masih dipanggil dengan sebutan anak gadis, saya sering rebutan jilbab dengan adik saya. Hal ini pasti memicu pertengkaran, yaah..setidaknya paling lama hanya tiga hari sajalah.

Saat masih menjadi perempuan, saya sering kerepotan mengurus diri saya. Dari mulai rambut sampai ujung kaki. Repot membeli berbagai keperluan. Repot untuk terlihat cantik. Repot untuk bisa dapat pacar.

Saat masih menjadi perempuan, saya harus mengikuti berbagai peraturan yang berbeda dengan peraturan untuk anak lelaki. Dan ini menyebalkan.

Tapi yang paling menyebalkan ketika menjadi perempuan adalah ketika jalan sendirian dan makhluk berjenis kelamin pria bertingkah usil dengan merasa gaya bila bisa mengganggu kenyaman saya melangkah.

Apakah itu paling?

Ternyata belum. Ada hal yang amat sangat menyebalkan sekali ketika menjadi perempuan, yaitu ketika apa yang ingin saya lakukan dilarang hanya dengan alasan “Kamu perempuan. Gak boleh!” , padahal alasan itu sangat tidak masuk akal. Karena saya memang bukan berniat menjadi imam salat jumat di Mesjid Raya. Kalau karena keinginan saya yang tidak masuk akal itu maka alasan “saya perempuan maka gak boleh”, saya bisa terima. Tetapi keinginan saya bukan itu, keinginan saya tidak ada hubungannya dengan perbedaan gender. Keinginan saya terlalu biasa. Tidak melanggar hukum apapun, tidak melawan norma apapun bahkan juga tidak buruk bagi saya ataupun keluarga saya.

Dan.. itulah dukanya ketika saya dulu menjadi seorang perempuan.

Sekarang?

Tentu saja sekarang saya masih rebutan pembalut dengan adik saya. Masih sering berantem make jilbab. Masih sering gondok ketika adik saya ngambil tas saya tanpa izin saya. Masih suka bingung dengan pengeluaran untuk membeli lotion, bedak, dkk yang menguras uang jajan karena harganya mahal. Masih suka jengkel ama lelaki gak sopan yang kurang kerjaan. Dan masih harus sabar menerima alasan: GAK BOLEH! KAMU PEREMPUAN!

Karena apa?
Karena saya baru saja menemukan sebuah artikel yang menjelaskan berikut gambarnya proses operasi kelamin. Ohhh.. sungguh sangat menggelikan sekali melihat gambarnya. Tidak mungkin saya melakukan hal itu. Sungguh!

“Wahai manusia Kami menciptakan kamu yang terdiri dari laki-laki dan perempuan.“ (Qs Al Hujurat : 13)

“(Syetan berkata): Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong-motong telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barang siapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata “ (Qs An Nisa’ : 119)

“Rasulullah telah melaknat orang-orang laki-laki yang meniru-niru (menyerupai) perempuan dan perempuan yang meniru-niru (menyerupai) laki-laki.“ (HR Bukhari)

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. ( QS. At Tiin 95: 4)

Note: saya masih normal kok!

3 thoughts on “Dulu, Ketika Saya Masih Seorang Perempuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s