Aku. Bukan Kita

Maka pergilah. Seolah aku tak mengenalmu ada.

 

Karena tak pernah ada kata ‘kita’. Yang ada kamu. Yang ada aku.

Jangan pernah terbiasa lagi mendengar panggilan ‘kalian’ dari mereka. Yang ada hanya aku. Dan dia.

Jangan pernah termanja lagi menyebut ‘kami’. Karena yang ada hanya aku. Dan kamu.

 

Menunggu beberapa tahun pun ‘kita’ gak agak pernah menjadi nyata.

Menanti sekian lama meringkuk sendu tetap saja, aku, kamu, bagian terpisah.

 

‘Kita’ selama ini aku saja yang berimajinasi sendiri.

Selalu menganggapmu duduk tepat di sampingku.

Padahal, bila kupasang kacamata, nyata yang kulihat disampingku adalah bayangku.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s