Sampai Kapan?

Berkali-kali saya mengingatkan diri sendiri. “JANGAN BERHARAP APA-APA BILA TAK MAU KECEWA”. Berkali-kali yang saya dapati rasa manja melupakan janji.

 

Jangan berharap maka tak akan mendapat kecewa. Rumus sederhana sebenarnya. Hanya saja acapkali hati ini sering merasa tak puas.

 

Kala saya terdiam bingung harus mengutamakan hasrat manja atau janji absurd malah saya dapati diri saya hilang arah dan merasa dibodohi keadaan.

 

Akhirnya saya berani bertanya lirih pada udara, ini akan sampai kapan saya rasakan? Rasa tak bisa berharap ini harus sampai kapan menghantui mood? Atau janji itu bolehkah saya hapus saja? Kalau dihapus apa benar yang saya dapati bukan malu semata?

 

Ini akan sampai kapan? Tak boleh berharap kala hati ini sebenarnya sangat manja dan egois.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s