Siapa yang Mau Membayar?

Saat sedang menghabiskan makan siang, temen saya memberi saya sebuah pertanyaan, “Emang kalau pacaran itu mesti cowoknya yah yang bayar?” pertanyaan klise karena lagi-lagi mata memandang sebuah adegan dimana sepasang kekasih tengah makan dan yang bayar adalah si cowok.

Hemmm..

Yang tanya belum pernah pacaran, yang ditanya juga bisa dibilang kayak gak pernah pacaran karena kandas ketika prolog masih ditulis.*ketawa setan*onion-emoticons-set-2-61

Jadi inilah kami, dua perempuan yang tengah makan siang dan memperhatikan sekeliling kami penuh pasangan dan dimana terdapat sejumlah lelaki yang mengeluarkan dompet buat membayar makan siang dia dan ceweknya.

onion-emoticons-set-2-3

Saya akan menjawab pertanyaan itu menurut persepsi saya dan pengalaman saya.onion-emoticons-set-2-92

Menurut saya gak seharusnya juga lelaki yang menbayar makanan. Perempuan juga bisa kok membayar. Hanya saja adakah perempuan yang rela? Atau adakah lelaki yang gak merasa harga dirinya jatuh ketika dibayari?

Lazimnya, lelaki akan merasa jatuh harga dirinya bila sang perempuanlah yang membayar makanan. Beberapa temen saya yang berpacaran saya lihat begini polanya. Berpacaran dengan lelaki yang jatuh gengsinya kalau perempuan ingin membayar. Dan saya sendiri mengganggap hal tersebut KONYOL.

Okeh. Saya gengsian emang orangnya. Untuk itulah saya merasa sekali waktu dalam berkencan saya harus unjuk andil dalam membayar makanan. Tapi gak selalu. Saya juga gak mau si lelaki merasa malu atau malah KEENAKAN. Paling saya ngitungnya, kalau dia udah mentraktir saya 3 atau 4 kali maka, yang kelima menjadi jatah saya untuk mentraktir. Atau terkadang tanpa perlu hitungan begitu juga saya akan mentraktir dengan suatu alasan yang masuk akal. Semisal:

“Bang. Intan pengen makan mie kocok nih. Makan yuk. Intan yang traktir deh.”

Atau

“Bang. Makan bareng yuk. Mumpung baru gajian nih. Jadi entar Intan yang traktir”

Ya. Begitulah yang sering saya alami ketika makan bareng lelaki. Kencan. Sebutlah begitu. Meskipun kencan itu sendiri gak melulu sama pacar. Bisa juga sama TTM-an atau sama lelaki yang tengah PDKT sama saya. Entahlah, saya selalu mau punya andil dalam urusan bayar membayar meskipun kontribusinya kecil. Saya gak mau dicap sebagai perempuan manja peraup keuntungan.

Alhamdulillah, lelaki yang selalu hadir dalam hidup saya berpikiran ‘simple’, kalau saya mau mentraktir ya silahkan. Mereka gak merasa jatuh harga diri ataupun minder. Gak ada perang urat leher soal traktiran ini. Dan ya, saya suka lelaki dengan pemikiran seperti ini. Gaklah lelaki berkurang kejantanannya ketika ditraktir sama perempuan. Makanya, saya heran ketika mendapati beberapa pacar teman saya, sangat sensitive bila dibayar sama ceweknya.

Atau…

Dia rela kelaparan saat gak punya duit hanya demi sebuah gengsi.

TERLALUonion-emoticons-set-2-37

 

Nah, saya lalu heran. Saya ini kan tipe perempuan murah hati nan baik yang tak sungkan mentraktir, kenapa gak ada juga sih yang sudi memacari saya?

onion-emoticons-set-2-5

Well, mungkin kelak kalau saya ketemu sama cowok super tajir, gak masalah kali yak kalau dia mau selalu membayari makan saya. onion-emoticons-set-2-18

Dan mungkin saya akan ambil kesempatan itu untuk memilih makanan-makanan mahal. *lap ences*

2 thoughts on “Siapa yang Mau Membayar?

  1. kalo saya dan pacar makan bareng tapi bayar sendiri2, kalopun hari ini saya ditraktir, hari birukutnya saya yang bayar😀 jaga2 kalo pas berantem nggak nyingung2 soal uang, pacar dan saya lumayan perhitungan :))

    1. Hemmm… bagus juga. meskipun kalau saya pibadi ngerasa gak enak juga kalau bayar sendiri-sendiri. Lebih suka gantian traktir. Tapi yah.. gaya setiap orang kan berbeda-beda dn sebisa mungkin janganlah memberatkan satu pihak saja🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s