Terkhianati, Sendiri

Ada deretan beribu kata yang ingin keluar dari otak. Namun tertahan kala jemari sudah mencumbu keyboard. Ada deretan ide menari-nari mencari perhatian. Namun terhenti kala mata bertemu pandang dengan monitor.

 

Seperti sepasang kekasih duduk bersama berdampingan namun tak berkata sesuatupun. Begitu juga halnya yang terjadi dengan jemari dan keyboard ketika kupaksa berkencan. Diam. Tak bergerak. Tak menimbulkan gelak suara ketikan. Tak jua bisa memunculkan aksara apapun.

 

Otakku tak mati. Jemariku sehat. Laptopku bagus. Keyboardpun utuh. Namun semuanya enggan berkoalisi speerti biasa menghasilkan suatu kisah atau remeh temeh apapun untuk dituangkan dalam postingan. Mereka semua mengkhianatiku.

 

Yah.. aku merasa terkhianati sendiri. Dan tak mampu berbuat apa.

 

Bukan jengah. Aku tak jengah menulis

Bukan mati ide. Ide berkeliaran liar.

 

Tak bisa kujelaskan apa ini. Sudahlah, ketimbang aku dianggap tengah galau seperti perempuan patah hati mendingan kukatakan bahwa arwah menulisku tengah jalan-jalan ke Hawai. Mungkin asik menyambut tahun baru yang terlalu cepat disana. Dan aku ditinggalkan sendiri di sini. Bingung melihat kalender setiap harinya, dan tak punya tujuan berlibur akhir tahun.

 

Yah. Aku terkhianati. Aku sendiri.

 

Advertisements

4 thoughts on “Terkhianati, Sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s